Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Wapres JK Dorong OKI Lakukan Reformasi

Sabtu 16 Apr 2016 18:10 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bayu Hermawan

Wakil Presiden Jusuf Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla

Foto: Antara/Wisnu Widiantoro

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendorong agar dilakukan reformasi di dalam tubuh Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Sebab menurutnya, selama ini OKI hanya terfokus pada negara-negara di Timur Tengah.

"Karena selama ini seakan-akan OKI itu sangat sentralistik Timur Tengah. Karena itu kita bilang jangan sentralistik Timur Tengah. Karena justru Timur Tengah itu konfliknya. Kalau begitu kita harus mereformnya ini, supaya kepentingannya lebih luas tapi jangan kita justru menimbulkan konflik," jelasnya usai menghadiri KTT OKI di Turki, Sabtu (16/4).

JK menilai, seharusnya OKI yang merupakan wadah bagi negara-negara Islam justru dapat memberikan solusi yang baik bagi berbagai masalah dan konflik yang terjadi. JK menyinggung, selama ini OKI justru hanya menggelar pertemuan tanpa menciptakan solusi bagi masalah-masalah yang ada.

"Jangan OKI ini konsentrasi di Timur Tengah, justru harus jadi solusi, harus membuat solusi," tegasnya.

Ia mencontohkan konflik Palestina yang terjadi. Untuk menyelesaikan konflik tersebut, OKI seharusnya lebih fokus pada upaya untuk mempersatukan Hamas dan Fatah.

Sebab, kata JK, tanpa persatuan di dalam internal Palestina sendiri, maka penyelesaian masalah tidak akan tercapai. Indonesia pun, tambah dia, juga telah mengusulkan sejumlah hal kepada Sekjen OKI untuk menyelesaikan konflik ini.

JK mengatakan, KTT OKI ke-13 di Istanbul, Turki membahas berbagai masalah seperti konflik Palestina, upaya perdamaian, serta kerjasama meningkatkan ekonomi negara-negara anggota OKI.

Menurutnya, persatuan di antara negara-negara anggota OKI pun harus dikuatkan, salah satunya yakni dengan fokus melakukan dialog. Ia menilai, Indonesia sebagai negara yang tak memiliki konflik dengan negara lainnnya memiliki peran untuk memperkuat persatuan.

Sebelumnya, saat berpidato di sesi debat KTT OKI ke-13, JK menilai Organisasi Kerjasama Islam (OKI) telah gagal mempersatukan negara-negara Islam dan menghindari konflik serta perpecahan. Menurut JK, dunia Islam pun saat ini tak berdaya melihat kondisi yang terjadi di negara-negara Islam.

"Kenyataan yang menyedihkan kita sebagai Dunia Islam telah gagal. OKI telah gagal mempersatukan anggotanya," kata JK dalam pidatonya di sesi debat, KTT OKI ke-13 di Istanbul, Turki, Jumat (15/4).

Lebih lanjut, ia mengatakan berbagai masalah seperti kemiskinan, bencana kemanusiaan, dan konflik terjadi di berbagai negara-negara Islam. Kondisi ini juga menyebabkan dunia Islam semakin terpecah belah.

Menciptakan perdamaian dan memberikan keamanan masyarakat, serta meningkatkan pembangunan ekonomi pun menjadi tantangan terbesar bagi negara-negara Islam. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA