Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Bela Palestina, OKI Puji Indonesia

Rabu 13 Apr 2016 01:30 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Bilal Ramadhan

Warga Palestina mengibarkan bendera.

Warga Palestina mengibarkan bendera.

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL — Peran aktif Indonesia untuk isu Palestina menuai penghargaan tinggi dari Negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Penghargaaan ini didasarkan pada penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa OKI kelima mengenai Palestina dan Al-Quds Al-Sharif, dimana Indonesia menjadi tuan rumah.

Hal tersebut disampaikan OKI dalam Pertemuan Council of Foreign Ministers OKI yang diselenggarakan di Istanbul, Turki pada 12-13 April 2016 sebagai persiapan untuk KTT OKI ke-13. Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, dalam kesempatan tersebut meminta agar dua dokumen hasil KTT Luar Biasa di Jakarta dapat dijadikan referensi bagi upaya memerdekakan Palestina.

Negara-negara anggota OKI juga mengingatkan agar hasil KTT Luar Biasa tersebut dapat diimplementasikan oleh semua negara anggota OKI. Sementara  untuk KTT OKI ke-13 akan berlangsung pada 14-15 April 2016. Delegasi Indonesia pada KTT tersebut akan dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, di sela-sela pertemuanya, Retno telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Dato' Sri Anifah Bin Aman. “Kedua Menlu sepakat agar negosiasi perbatasan maritim dapat diintensifkan,” katanya.

Keduanya sepakat menunjuk utusan khusus yang diyakini akan mampu mempercepat upaya penyelesaian perbatasan maritim. Arrmanatha atau yang akrab disapa Tata menegaskan, penyelesaian perbatasan maritim akan membantu mencegah insiden terkait nelayan dua negara.

Retno dan Anifah juga melakukan tukar pikiran mengenai pentingnya peningkatan keamanan di wilayah perairan ASEAN. Perairan tersebut juga merupakan wilayah sering terjadinya penyanderaan. “Keamanan wilayah perairan ini akan sangat berdampak pada pembangunan ekonomi ASEAN,” ujar Tata.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA