Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

La Nyalla Diketahui Melintasi Singapura

Rabu 30 Mar 2016 20:04 WIB

Red: Esthi Maharani

La Nyalla Mattaliti diperiksa di Kejati Jatim, 20 Januari 2016

La Nyalla Mattaliti diperiksa di Kejati Jatim, 20 Januari 2016

Foto: Antara Foto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F Sompie menyatakan La Nyalla Mahmud Mattalitti yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diketahui melintasi Singapura.

"Tanggal 29 Maret, yang bersangkutan pada pagi hari sekitar pukul 04.00 sudah melintas ke Singapura," kata Ronny Sompie, Rabu (30/3).

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sejak 29 Maret 2016 menetapkan La Nyalla Matalitti dalam daftar DPO setelah diketahui tidak lagi berada di Indonesia saat akan dipanggil paksa untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembelian saham perdana (Initial Public Offering) Bank Jatim senilai Rp5,3 miliar.

"Dan hasil pengecekan koordinasi kami dengan atase imigrasi yang berada di Kuala Lumpur yaitu kantor imigrasi Malaysia, yang bersangkutan sudah melintas lagi ke Singapura, sekarang ini sedang berupaya dicari di mana keberadaannya," tambah Ronny.

Kejati Jawa Timur sudah mengirimkan surat permintaan cegah selama 6 bulan kepada Direktorat Imigrasi pada 18 Maret 2016. La Nyalla ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini pada 16 Maret 2016.

"Permintaan pencegahan untuk tersangka La Nyalla tidak bisa ke luar negeri itu kami terima 18 Maret. Setelah kami cek, tersangka tersebut sudah melintas ke luar negeri dengan pesawat Garuda No GA 818 pada 17 Maret, satu hari sebelum permintaan pencegahan," ungkap Ronny.

Namun Ronny belum bisa menyampaikan jalur mana yang digunakan oleh La Nyalla untuk melintas ke Singapura.

"Saya belum tahu detailnya. Tapi sepertinya (melintas ke Singapura) melalui Johor, kita berupaya mengooordinasikan, karena ada hubungan kerja sama dengan Imigrasi di luar negeri," tambah Ronny.

Dana Rp5,3 miliar tersebut digunakan untuk membeli saham perdana di Bank Jatim. Pembelian tersebut membuat La Nyalla mendapat keuntungan Rp1,1 miliar.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA