Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Astronom Amati Semburan dari Lubang Hitam yang Setara Seribu Matahari

Sabtu 19 Mar 2016 07:42 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

V404 Cygni

V404 Cygni

Foto: Science alert

REPUBLIKA.CO.ID, Lubang Hitam merupakan salah satu objek penelitian bagi para ilmuwan. Selama setahun terakhir, astronom mengamati salah satu Lubang Hitam yang paling terang. Lubang Hitam ini memancarkan semburan merah yang energinya setara seribu kali matahari.

Tim dari University of Southampton di Inggris melaporkan Lubang Hitam ini bernama V404 Cygni yang terletak sekira 7.800 tahun cahaya dari bumi. Dalam pemberitahuan bulanan Royal Asctronomical Society, tim melaporkan Lubang Hitam ini ditemukan ketika secara dramatis selama dua pekan melahap materi dari bintang tetangganya.

Lubang Hitam ini mengeluarkan pulsa merah terang energi. Ini adalah hasil dari materi yang dikeluarkan lubang hitam karena memakan bintang lainnya. V404 Cygni menelan material bintang. Semburan yang dihasilkan ini sangat singkat namun sangat kuat. Menurut tim, hasil semburan ini adalah sinar yang sangat menyilaukan. Silau setara output daya yang dikeluarkan sekitar seribu matahari. Kilauan ini berlangsung kurang dari 1/40 detik atau sekitar 10 kali lebih cepat dibandingkan kedipan mata.

Kabar ini muncul tidak lama setelah peneliti dari LIGO bisa menghitung bahwa Lubang Hitam mampu melepaskan hingga 36 septillon yottawatt (sebuah angka yang sangat besar) ketika bergabung. Sejak saat itu, mempelajari V404 menjadi tuatu tantangan.

Untuk mempelajari V404 Cygni, peneliti menggunakan kamera ULTRACAM. Kamera ini dipasang di William Herschell Telescope di pulau Canary. ULTRACAM memungkinkan tim untuk menangkap semburan warna.

Pada dasarnya, terjadinya Lubang Hitam masih menjadi misteri. Tim mengatakan V404 Cygni terakhir meledak pada 1989. "Apa yang terjadi pada 2015 memotivasi astronom untuk mengkordinasikan upaya di seluruh dunia untuk mengamati ledakan di masa depan. Durasi pendek dan emisi yang kuat dalam seluruh spektrum elektromagnetik memerlukan upaya yang baik, komunikasi yang erat, berbagi data dan upaya kolaboratif para astronom," ujar salah satu anggota tim, Poshak Gandhi, dilansir dari Science Alert.

 

baca juga: Pembaruan Waze Tambah Prediksi Kondisi Lalu Lintas

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA