Rabu 16 Mar 2016 11:35 WIB

Komunitas Lawe, Kampanyekan Tenun Khas Indonesia ke Dunia

Rep: MG ROL 65/ Red: Hazliansyah
Sejumlah produk hasil binaan komunitas Lawe
Foto: Republika/MG ROL 65
Sejumlah produk hasil binaan komunitas Lawe

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kerajinan tenun sebagai salah satu kearifan lokal yang dimiliki Indonesia terus dikampanyekan. Salah satunya seperti yang dilakukan komunitas bernama Lawe.

Komunitas ini menjadi salah satu pihak yang peduli dengan kelestarian tenun dan kain yang nyaris punah di Indonesia. Sasaran utama dari komunitas ini adalah bagaimana memberdayakan pengrajin, terutama perempuan dalam mengolah kain tradisonal menjadi sebuah produk yang memiliki nilai ekonomis.

Komunitas ini mulai berdiri sejak 2004 dan berbasis di Yogyakarta. Yang membedakan Lawe dengan komunitas lainnya adalah, di sini para anggota menerapkan sistem sisterhood. Komunitas ini ada untuk memberikan pelatihan bagi para pengrajin dalam mengolah bahan-bahan tradisional Indonesia menjadi sebuah produk yang fungsional.

Produk fungsional ini bisa berbentuk tas, dompet, bahkan baju. Komunitas ini juga menyediakan wadah bagi para pengrajin untuk menjual produknya. Dan hasil penjualan produk tersebut nantinya akan dikembalikan lagi kepada sang pengrajin tersebut.

“Lawe sendiri adalah sebuah komunitas yang lebih menerapkan sistem sisterhood. Dimana kita bukan sebuah komunitas yang hanya memberikan bantuan secara materil tapi juga melalui pemberdayaan dan persaudaraan,” ungkap Aninidyah Perwakilan Perhimpunan Lawe kepada Republika.co.id, Selasa (15/3).

Dalam kegiatanya, komunitas ini banyak melakukan kolaborasi dengan berbagai organiasi. Salah satu contohnya adalah gerakan ‘waving for life’.

Anindiyah mengatakan, saat ini anggota Komunitas Lawe sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Palembang, Lampung, Pontianak dan masih banyak lagi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement