Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

6 Mitos Susu yang Harus Berhenti Dipercaya

Rabu 16 Mar 2016 08:41 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Indira Rezkisari

Susu sapi

Susu sapi

Foto: wikimedia

REPUBLIKA.CO.ID, Ada beberapa mitos mengenai susu yang tidak lagi perlu Anda percaya. Berikut ulasannya, dilansir dari Readers' Digest.

Mitos: Susu skim adalah pilihan sehat

Fakta: Manfaat kesehatan dari susu skim atau susu bebas lemak ternyata dilebih-lebihkan. Penelitian terbaru menemukan, orang yang meminum susu berlemak tidak memiliki kecenderungan berlebih terkena penyakit jantung atau diabetes, dibandingkan orang yang meminum susu rendah lemak. Data lainnya menunjukkan, susu penuh lemak justru menurunkan resiko obesitas.

Alasannya, asam lemak tertentu dalam susu dapat membuat kenyang. Sedangkan jika Anda memakan susu bebas lemak, yogurt, dan keju, Anda mungkin merasa kurang kenyang dan makan lebih banyak makanan lain.

"Susu rendah lemak membantu tubuh Anda menyerap nutrisi inti dari susu, seperti vitamin A dan D, serta asam lemak penting," kata Katherine Tucker, PhD, profesor epidemiologi gizi di University of Massachusetts Lowell.

Mitos: Susu menyebabkan hidung mampet

Fakta: Susu tidak akan membuat flu Anda semakin buruk. Peminum susu yang sedang menderita flu biasa tidak akan mengalami batuk atau hidung mampet. Orang yang melaporkan masalah pernapasan setelah meminum susu adalah mereka yang percaya susu bisa menghasilkan banyak lendir dari hidung.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA