Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Organda Tangsel Ancam Sweeping Taksi Online

Selasa 15 Mar 2016 03:37 WIB

Rep: C35/ Red: Yudha Manggala P Putra

Taksi Online

Taksi Online

Foto: The Business

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN – Muhammad Yusro Siregar, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Tangerang Selatan (Tangsel) meminta agar petugas yang berwenang bertindak tegas jika mendapati kendaraan berplat hitam mengangkut penumpang. Sebab hal itu sudah menyalahi aturan yang berlaku.

Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas mendefinisikan yang dimaksud kendaraan angkutan umum harus berplat kuning, memiliki ijin KIR dan memiliki trayek. Sedangkan taksi online yang marak saat ini menurutnya tidak memiliki kualifikasi semua itu.

Selain itu dia juga mengancam akan melakukan sweeping terhadap keberadaan taksi online tersebut. Karena keberadaan mereka ilegal tidak memiliki landasan hukum sehingga dampaknya merugikan sopir angkutan umum dan perusahaan taksi.

“Kami akan bersikap keras untuk melakukan sweeping dengan mengerahkan semua sopir angkutan dan taksi se-Tangsel. Dampak taksi gelap itu membuat penghasilan kendaraan umum mengalami penurunan 10 hingga 15 persen,” ujarnya pada Senin (14/3).

 Maka dari itu, dia menegaskan jika ribuan sopir taksi dan sopir angkutan umum melakukan aksi  demo di Jakarta pada Senin (14/3), itu sangat wajar. Supaya pemerintah pusat mematuhi aturan yang sudah dibuat selama ini dan harus bisa menertibkan. Karena menurutnya pemerintah selama ini berstandar ganda, tidak bisa menerapkan aturan yang semestinya.

“Ini sudah jelas-jelas meresahkan mereka yang memiliki pajak jelas, sedangkan online mereka pajaknya kendaraan pribadi tidak ada sumbangsih pajak angkutan umum,” katanya menegaskan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA