Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

WHO: Penularan Virus Zika Via Seks Lebih dari Perkiraan

Rabu 09 Mar 2016 19:10 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Djibril Muhammad

Ilustrasi Virus Zika

Ilustrasi Virus Zika

Foto: AP / Eraldo Peres

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan penularan virus zika melalui hubungan seks lebih dari perkiraan sebelumnya, yakni hanya melalui nyamuk. Pascapertemuan komite darurat WHO, ada peningkatan bukti hubungan antara Zika dan berbagai cacat lahir.

Direktur Jenderal WHO, Dr Margaret Chan mengatakan laporan dan investigasi di beberapa negara tampak penularan virus tersebut lebih umum dari pekiraan sebelumnya. Sebelumnya WHO menyatakan wabah itu merupakan darurat global, dan paling sering disebabkan oleh nyamuk. Namun, saat ini laporan di beberapa negara terkait penyebaran zika yakni melalui penularan seksual.

"Cacat lahir sangat terkait dengan wabah Zika di Brasil, hanya salah satu dari beberapa kelainan lahir, WHO mengaitkannya dengan virus," ungkap Chan seperti dilansir BBC, Selasa (8/3).

Dr Chan mengatakan masalah terkait dengan Zika kini terlihat tidak hanya pada wanita usia subur, tetapi anak-anak, remaja dan orang dewasa yang lebih tua. Dia juga mengatakan, para pejabat kesehatan masyarakat tidak harus menunggu bukti ilmiah definitif terkait hubungan antara virus dan berbagai kondisi kesehatan untuk melakukan bimbingan.

Menurut dia, WHO telah menyarankan wanita hamil menghindari bepergian ke daerah dengan wabah Zika yang sedang berlangsung, dan sebisa mungkin tidak berhubungan seksual selama kehamilan. "Wanita yang sedang hamil di negara-negara yang terkena dampak atau perjalanan ke negara-negara ini sangat khawatir," kata Dr Chan.

AS juga sedang menyelidiki lebih dari selusin kemungkinan kasus Zika pada orang yang mungkin telah terinfeksi melalui hubungan seks. Sebuah vaksin untuk virus Zika bisa siap untuk uji coba manusia akhir tahun ini, seperti diungkapkan Dr Anthony Fauci, yang memimpin program penelitian pemerintah AS, pekan lalu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA