Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Munas Golkar Cara Selamatkan Partai

Senin 07 Mar 2016 21:29 WIB

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Achmad Syalaby

Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf

Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Prof Maswadi Rauf, menjelaskan Musyawarah ‎Nasional (Munas) Golkar adalah cara terbaik menyelamatkan partai. Momentum tersebut harus tetap digelar untuk memperkuat rekonsiliasi.

"Putusan kasasi menguatkan kubu Aburizal Bakrie, tapi pemerintah punya wewenang. Menurut saya yang terbaik adalah Munas," ujarnya, saat dihubungi, Senin (7/3).

Penyelenggaraan Munas adalah kesepakatan bersama yang dibuat bersama-sama. Kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono  menyepakati musyawarah tersebut. Namun setelah putusan kasasi yang menolak permohonan kubu Agung keluar, rencana untuk Munas belum menemui kejelasan.

Maswadi menjelaskan jika kegiatan ini gagal, bukannya tak mungkin Golkar akan semakin hancur. Sebabnya, masing - masing kubu mempertahankan egonya. Selain itu, agenda politik di depan mata, Pilkada 2017, akan semakin diabaikan.

Di saat partai lain fokus meningkatkan elektabilitas dan popularitas calon kepala daerah, Golkar justru dipusingkan dengan persoalan internal yang tak kunjung selesai. "Tak bisa seperti itu. Ini harus dicegah," imbuhnya.

‎Munas yang adil dan mempertahankan suasana rekonsiliasi dinilainya menjadi solusi atas konflik yang berkepanjangan. Kader Golkar dari berbagai kalangan akan bertarung dengan adil. Kemudian kepengurusan baru akn terbentuk. Mereka nantinya akan membawa Golkar ke arah yang lebih baik.

Dia menyatakan berbagai pihak harus legawa dengan diselenggarakannya Munas. Regenerasi kepemimpinan akan terwujud. Siapa pun nantinya yang memimpin Golkar akan membawa suasana baru yang tetap mempertahankan rekonsiliasi.‎

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA