Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

18 Perempuan Cantik di Pusaran Ketegangan Tiongkok-Korut

Sabtu 05 Mar 2016 08:14 WIB

Rep: antara/ Red: Muhammad Subarkah

Kim Jong-un dan kuda peliharaannya

Citra satelit yang menunjukkan lokasi reaktor nuklir Korea Utara (Korut) Yongbyon.

Foto: reuters

Beijing pun berang. Menurut laporan The Guardian, pejabat-pejabat tinggi Tiongkok membatalkan rencana untuk menghadiri konser Moranbong dan malah mengirim pejabat dengan level yang lebih rendah.
Menanggapi berita tersebut, Kim juga tak-kalah gusar. Dia secara sepihak menginstruksikan agar Moranbong langsung
pulang ke negerinya dan membatalkan konser di Beijing hanya tiga jam sebelum dimulai. Moranbong pulang dengan tangan hampa.

Kim nampaknya masih menyimpan dendam karena dua pekan kemudian pada awal Januari, negaranya menggelar uji coba nuklir yang keempat. Ini merupakan peristiwa yang signifikan karena untuk pertama kalinya, Korea Utara tidak memberi tahu Beijing terlebih dahulu sebelum menggelar uji coba tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying pada saat itu juga menegaskan bahwa pihaknya tidak diberi tahu terlebih dahulu mengenai rencana tersebut.

"Posisi Tiongkok dalam hal ini sudah jelas, yaitu bahwa semenanjung Korea harus bersih dari nuklir. Kami juga mendesak DPRK (nama resmi Korea Utara) untuk menghormati komitmen mereka untuk denuklirisasi dan menahan diri dari setiap tindakan yang memperparah situasi," kata Hua.

Kali ini, Tiongkok tidak menahan diri. Dua bulan setelah uji coba nuklir dan satu bulan setelah uji coba rudal Korea Utara, Beijing menyetujui sanksi-sanksi berat untuk negara tersebut.

Berbeda dari sanksi 2013 yang terhitung ringan, kali ini semua pesawat dan kapal kargo menuju Korea utara harus diperiksa untuk mencegah masuknya suku cadang bahan pembuat bom nuklir. Hal yang paling signifikan adalah larangan ekspor komoditas alam dari Pyongyang.

Larangan ekspor ini merupakan hal penting karena mencakup batu bara. Menurut catatan The Forbes, komoditas tersebut pada umumnya dijual dengan harga murah kepada Tiongkok yang juga memerlukannya untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Lebih dari itu, seperlima dari seluruh hubungan dagang antara Tiongkok dengan Korea Utara melibatkan batu bara dengan nilai sekitar satu milyar dolar AS.

Tiongkok nampaknya sudah lepas tangan terhadap sekutu lamanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA