Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Pola Perkembangan LGBT Buat Psikolog Ngeri

Kamis 03 Mar 2016 12:08 WIB

Rep: C32/ Red: Ilham

Ilustrasi komunitas LGBT India

Ilustrasi komunitas LGBT India

Foto: EPA/NATHAN G.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pergerakan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) semakin masif. Menurut psikolog klinis Irfan Aulia, masifnya LGBT bukan tanpa pemicu.
 
"Kalau mau lihat polanya, kalau ada pornografi besar, maka ada perdagangan manusia. Kalau ada penjualan seks, pasti ada LGBT," kata Irfan kepada Republika.co.id, Kamis (3/3). (Psikolog: LGBT Dekati Targetnya dengan Pola Berburu). 

Irfan menilai, kuncinya memang ada pada pornografi yang akhirnya bisa berdampak pada LGBT. Jadi, kata dia, kalau ada negara pengakses pornografi terbesar, pasti di dalamnya juga akan tinggi persoalan mengenai seksualitas.
 
"Kalau ada perdagangan manusia tumbuh penjualan seks, semuanya, ya baik yang heteroseksual juga ada LGBT-nya. Itu polanya, pornografi, perdagangan manusia, penjualan seks, baru LGBT," ujarnya.
 
Dengan begitu, ia menganggap, bila pornografi bisa dihentikan, LGBT berkurang dengan sendirinya. Karena untuk menjadi LGBT, kata Irfan, ada hasrat seksual. "Makanya, tutup saja pemicunya," kata Irfan. (Begini Cara Lolos dari Perburuan LGBT).

Irfan menarik kesimpulannya pada sesuatu yang paling nyata, yaitu Amerika Serikat. Irfan memaparkan, Amerika Serikat memiliki angka seksual, HIV, sodomi, dan perceraian tinggi. Kenyataannya, negara itu kini menjadi lahan subur perkembangan LGBT karena dilegalkan.

"Nah, sekarang kalau mau konsisten mendukung LGBT, mendukung juga HIV, hingga sodomi ikutan tinggi. Ngeri loh itu," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA