Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Dokter Gitar Langganan Musisi

Jumat 19 Feb 2016 06:50 WIB

Red: Muhammad Hafil

Ryan di antara gitar-gitar yang selesai diservis

Ryan di antara gitar-gitar yang selesai diservis

Foto: Muhammad Hafil/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhammad Hafil/Wartawan Republika.co.id

 

Menghasilkan uang melalui musik tak selalu harus ada di atas panggung. Menjadi ‘dokter’ alias ‘tukang servis’ alat musik juga sebuah profesi yang menghasilkan uang bahkan menciptakan lapangan pekerjaan.

Itulah yang sudah dilakoni oleh Riyandhi Putra Septianto (26 tahun) selama tujuh tahun terakhir. Didukung oleh bakat musik dan latar belakang pendidikan IT, Ryan, sapaan akrab Riyandhi membuka workshop khusus perawatan dan servis alat musik yang dinamakan Ryansaga di kawasan Sukatani, Cimanggis, Depok.

Usaha Ryan dimulai pada 2009 lalu. Awalnya Ryan melihat workshop khusus perawatan dan servis alat musik masih sedikit. Ryan kemudian mempelajari konstruksi dan seluk beluk alat musik. Dia kemudian rajin mengikuti seminar-seminar tentang alat musik. Dia juga memanfaatkan buku instrumen gitar dan internet sebagai ‘tempat sekolah’ dunia perawatan   alat-alat musik. 

Setelah merasa memiliki kemampuan untuk memperbaiki gitar, Ryan berniat menjadikan keterampilan barunya itu untuk dijadikan sebagai sebuah bisnis. Maka dia pun membuka workshop servis dan perawatan gitar yang dinamakan Ryansaga. 

Awal-awal dibukanya workshop miliknya, jangkauan pelanggan Ryan masih sedikit. Dia kesulitan untuk mendapatkan pelanggan yang benar-benar seorang musisi. “Makanya kalau jangkauannya mau luas, mau tidak mau harus jualan online. Karena musik itu luas,” kata Ryan kepada Republika.co.id beberapa waktu lalu.

Dia pun membuat website ryansaga.web.id untuk mempromosikan jasanya tersebut. Membuat website itu bukanlah hal yang sulit buat Ryan, mengingat dia adalah lulusan IT sebuah universitas di Jakarta. Dia juga aktif menggunakan media sosial seperti twitter dan facebook untuk sarana promosinya. Tidak hanya itu, dia juga mempromosikan jasanya di website jual beli online.

Keuntungan dari mempromosikan di internet ini adalah mudah mendapatkan jaringan. Biasanya, pelanggan yang puas dengan jasanya akan membuat rekomendasi dan membuat testimoni di situsnya maupun di akun media sosial miliknya. Sehingga, nama Ryansaga semakin kuat di mesin pencari seperti google.  

Selain itu, keuntungan lainnya pelangganya tidak hanya berasal dari sekitar Jabodetabek saja. Tetapi, juga berasal dari luar pulau Jawa seperti Kalimantan dan Sumatra. Karena itu, dia sangat memanfaatkan jasa kurir JNE Express untuk mengakomodasi kebutuhan pelangganya yang tidak sempat membawa alat musik yang akan diservis ke workshopnya. Bahkan, dia mencantumkan di websitenya pengiriman delivery service yang dikirim via JNE.  “JNE itu jangkauannya luas,” kata Ryan.

Menggunakan jasa JNE juga menjadi jaminan hasil jasa Ryan kepada pelanggan. “Kalau soal pengiriman memang JNE paling bagus pelayanannya. Karena dia bisa mengklaim kerusakan sampai 100 persen,” kata Ryan. 

Sebagai contoh, Ryan menceritakan bahwa pernah dia mengembalikan salah satu bagian alat musik gitar yang telah diservis kepada pelanggannya di Kalimantan. Ternyata, ketika sampai di tangan pelanggan ada sedikit kerusakan. “Nah sama JNE itu diganti 100 persen, dia bertanggung jawab atas kerusakannya,” kata Ryan. 

Sama seperti bidang bisnis lainnya, Ryan menceritakan, bisnis service gitar tak melulu mulus. Pada 2012, muncul banyak pesaing workshop servis dan perawatan gitar, yang juga memanfaatkan internet. Namun, Ryan masih bisa bertahan hingga saat ini. 

Ada beberapa hal yang membuat usaha Ryan bertahan. Pertama, dia mengandalkan nama workshopnya yang sudah lebih dulu dikenal. Kedua, dia menjalankan usaha dengan kejujuran. “Jadi saya menyebutkan apa adanya   hasil servis saya dan memberitahu lebih dulu jika ada spare part yang harus diganti,” katanya. Dan yang ketiga, Ryan selalu mempertahankan kualitas. 

Dari caranya itu, pelanggan Ryan terus bertambah. Dalam sehari dia bisa menerima lima hingga sepuluh gitar dan bass untuk diservis. Tarif perawatan dan perbaikan tersebut dipatok Rp 50 ribu-Rp 200 ribu  untuk perawatan ringan, dan Rp 250 ribu-Rp 1 juta untuk servis berat. Jika ada bagian yang harus diganti, akan ada biaya tambahan yang sebelumnya sudah diinformasikan kepada pelanggan.

  

Ryan kini mempekerjakan tiga orang karyawan. Adapun tugas mereka membantu perawatan dan servis ringan yang menyangkut perawatan bulanan, seperti ganti suku cadang, senar, setting playbility, tuning, dan sebagainya. Selain itu,  servis berat yang menyangkut pada konstruksi gitar, seperti patah,  pengecatan, hingga modifikasi.  

Saat ini,  Ryan juga sudah berhasil menembus kalangan musisi terkenal yang menggunakan jasanya untuk perawatan gitar.  Sebut saja Rendy Bragi, Iwan Fals, Franky Sadikin,  Stevy Andra and The Backbone, dan Joe Sapat. Khusus Iwan Fals, dia biasanya hanya mengirimkan gitarnya melalui orang suruhannya. Tetapi yang lain biasanya datang langsung ke workshop Ryan.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA