Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Menelusuri Cerita 'Tukang Potret' Pertama di Hindia Belanda

Kamis 18 Feb 2016 07:00 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Fotografi/ilustrasi

Fotografi/ilustrasi

Foto: cherrybam.com

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Alwi Shahab

Foto menjadi sangat penting sebagai kenang-kenangan terhadap peristiwa yang kita alami. Berbagai acara, seperti perkawinan, ulang tahun, piknik, dan 1.001 peristiwa penting lainnya terasa kurang afdol tanpa kenang-kenangan berupa foto.

Tapi, foto baru mulai dikenal di Hindia Belanda pada 1840, dua tahun setelah ditemukan Louis Danguerres dari Prancis pada Agustus 1839. Tidak heran, peristiwa-peristiwa sebelumnya tidak ada fotonya.

Kita hanya dapat menikmati Batavia dan beberapa kota di Jawa pada abad ke-18 melalui lukisan. Pelukisnya, Johannes Rach (1720-1783), perwira kompeni kelahiran Kopenhagen, Denmark.

Dialah yang melukis Kota Batavia dan sekitarnya, Buitenzorg (Bogor), Tangerang, dan beberapa kota pelabuhan di Pulau Jawa. Rach meninggal pada 4 Agustus 1783 di kediamannya di Roa Malaka, Jakarta Barat.

Fotografer (tukang potret) pertama di Hindia Belanda adalah Jurian Munich (1817-1865) pada 1841. Dua tahun kemudian (1845), Adolf Schafea kelahiran Jerman merupakan "tukang potret" pertama di Hindia dan mengoleksi 58 foto Candi Borobudur yang baru saja ditemukan Raffles saat kekuasaan Inggris di Jawa (1811-1816).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA