Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Perlukah Air Minum Sebelum Dimasak, Diendapkan?

Senin 15 Feb 2016 16:06 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Andi Nur Aminah

Menjerang atau memasak air di dalam panci (ilustrasi)

Menjerang atau memasak air di dalam panci (ilustrasi)

Foto: currys.co.uk

REPUBLIKA.CO.ID, Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah menyimpan air di dalam kendi atau tempayan. Air ini diendapkan dengan tujuan sebelum di masak kotoran yang ada di dalam air akan turun. Apakah hal ini baik dilakukan? Apa alasannya?

Menurut ahli hidrogeologi, Sari Bahagiarti Kusumayudha, menampung air dengan tujuan mengendapkan sebelum dimasak baik dilakukan. “Sebaiknya memang seperti itu, diendapkan dulu,” ujar Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta ini kepada Republika.co.id usai diskusi mengenai Memilih Air yang Baik dan peran Serta Kita dalam Menjaga Kelestarian Air, di Jakarta, belum lama ini. 

Alasannya agar suspensi atau materi yang terkandung didalam air itu dapat mengendap. Tapi perlu diingat bahwa partikel yang ada di air ada dua macam, ada yang tersuspensi dan ada yang terlarut. Yang tersuspensi akan mengendap jika didiamkan. Tapi kalau yang terlarut, dia tetap ada di air tersebut. Dan untuk itu, harus melakukan proses kimiawi di laboratorium.

Untuk mengendapkan air, dia mengatakan, seberapa lama boleh dilakukan? Menurut Sari, air diendapkan hanya boleh dilakukan selama 24 jam. Setelah itu, lanjutnya, sebaiknya ganti lagi, diendapkan lagi. Jadi bagi ibu-ibu yang biasa menyimpan air di dalam tempayan, boleh saja loh dilakukan. Malah justru lebih baik. Tapi ingat hanya boleh satu hari saja, tidak lebih. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA