Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Seorang Santriwati Alami Pendarahan, Diduga Akibat Aborsi

Kamis 11 Feb 2016 22:34 WIB

Red: Hazliansyah

Aborsi(ilustrasi)

Aborsi(ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Polisi membongkar upaya aborsi yang diduga dilakukan oleh salah seorang santriwati sebuah pondok pesantren di daerah Sendamulyo, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kapolsek Tembalang Kompol Ibnu Bagus di Semarang, Kamis, membenarkan adanya pelaku aborsi yang sedang memperoleh perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Ketileng Semarang.

Santriwati berinisial NLM (20) itu harus memperoleh perawatan di rumah sakit karena mengalami pendarahan akibat upaya aborsi yang dilakukannya itu.

Warga Pusakajati, Kabupaten Subang, Jawa Barat itu mengonsumsi obat aborsi yang diduga dibeli secara daring.

Obat aborsi itu sendiri dibeli oleh kekasih NLM yang berinisial DYA (24), warga Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Kabuapten Grobogan. Akibat mengonsumsi obat tersebut korban mengalami keguguran hingga pendarahan.

Polisi sendiri sudah menetapkan DYA sebagai tersangka.

"Masih disidik, tersangka masih dimintai keterangan di polsek," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA