Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Menelusuri Sejarah Petak Sembilan Cina Town

Ahad 31 Jan 2016 07:26 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Suasana Petak Sembilan di Glodok, Jakarta Barat medio 1940-an.

Suasana Glodok sebelum perang.

Foto:

Di Glodoklah, pemerintah kolonial Belanda pertama kali mengangkat seorang tokoh Cina sebagai kapiten, semacam lurah dan letnan (kepala kampung). Letnan itu yang bertanggung jawab atas warganya.

Setelah warga Cina jumlahnya meningkat, Belanda mengangkat salah seorang tokoh mereka menjadi Mayor (kira-kira semacam camat).

Di pinggiran Glodok pula --diperkirakan sekitar Pasar Pagi dan Kali Besar-- pada September 1740 terjadi peristiwa yang sangat memilukan yang belum terjadi hingga kini, termasuk 'Peristiwa Mei 1998'.

Saat sekitar 5.000 sampai 10 ribu warga Tionghoa --mulai dari bayi hingga kakek dan nenek-nenek-- dibantai pasukan VOC. Termasuk para pasien di rumah sakit Cina di selatan Pasar Ikan.

Sedangkan 500 orang lagi yang berada di penjara bawah tanah gedung Sejarah Pemda DKI Jakarta yang ketika itu menjadi Balai Kota Batavia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA