Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Tak Hadiri Debat, Trump Diejek Rival-Rivalnya

Jumat 29 Jan 2016 18:53 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Teguh Firmansyah

Donald Trump

Donald Trump

Foto: Reuters
.

REPUBLIKA.CO.ID, DES MOINES -- Calon Presiden kontroversial Donald Trump menjadi bahan ejekan rival-rivalnya di bursa calon presiden Partai Demokrat, setelah ia memutuskan absen dari debat terakhir partai yang diselenggarakan Fox News. Trump memutuskan memboikot acara tersebut setelah bersitegang dengan pembawa acara Megyn Kelly yang dituduhnya bias.

Seperti dilansir BBC News, Jumat (29/1), dalam debat terakhir sebelum para pemilih di Iowa memutuskan pilihan mereka Senator Texas Ted Cruz memulainya dengan melontarkan candaan saat mengawali debat. Ia melontarkan ejekkan yang menyindir Trump.

"Aku seorang maniak dan semua orang di atas panggung ini bodoh, gemuk, dan jelek, dan Ben (Carson), kamu sunggu seorang ahli bedah yang mengerikan," kata Cruz.

Olokan senada juga disampaikan calon Republik lainnya, Mantan Gubernur Florida Jeb Bush. Bush bahkan mengatakan ia sangat merindukan Trump.

Bush yang kerap menjadi target serangan Trump kini membalikkan keadaan. Ia mempertanyakan toleransi beragam Trump yang baru-baru ini mengusulkan melarang Muslim memasuki Amerika Serikat.

"Donald Trump misalnya, saya menyebutkan namanya lagi jika ada yang merindukannya, Trump percaya pada reaksi ketakutan orang dengan melarang semua Muslim. Ya, itu menciptakan 'lingkungan' yang beracun untuk negara sendiri," ujar Bush.

Cruz kembali mengolok Trump dengan mengatakan, sekali lagi ia mendapat pertanyaan yang berbobot maka Trump akan meninggalkan perdebatan. Ejekan tersebut disambut Senator Marco Rubio yang mengatakan bahwa presenter tak perlu khawatir, menurutnya pertanyaan apapun tak akan membuatnya meninggalkan debat.

Fox mengatakan, Trump menawarkan diri untuk tampil di debat dengan syarat. Trump ingin Fox menyumbang lima juta dolar AS untuk badan amalnya. Tapi Fox menyatakan menolak hal itu.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA