Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Warga Palu Ciptakan Kripik dari Daun Kelor

Senin 25 Jan 2016 08:20 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Daun kelor

Daun kelor

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Warga Kota Palu menciptakan sebuah kreasi unik yakni kripik dan tortilla dari daun kelor. Produk ini sudah diteliti oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan daerah setempat.

Produk yang diciptakan oleh sejumlah ibu rumah tangga di Kelurahan Talise tersebut disajikan dalam acara penyerapan aspirasi Wali Kota Palu terpilih Hidayat bersama seluruh tim relawan dari berbagai kelurahan di Kota Palu, Ahad (24/1). "Produk ini tidak ada bahan pengawet sama sekali. Hanya daun kelor muda dengan ubi," kata Hijrah, seorang pengrajin di sela-sela dialog tersebut.

Dia mengatakan selain tidak mengandung bahan pengawet, produk tersebut juga kaya kandungan gizi sesuai hasil uji laboratorium dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan. Dia mengatakan pencantuman label memang belum dipasang karena semuanya masih dikerjakan secara manual. "Belum kami pasarkan secara massal," katanya.

Hijrah mengatakan ide menciptakan kripik dan tortilla dari daun kelor tersebut setelah dirinya ikut pelatihan industri rumahan di Sulawesi Barat beberapa waktu lalu. Dia mengatakan akan mengembangkan produk tersebut di masa yang akan datang. Dia pun berharap pemerintah kota bisa membantu khususnya pengadaan alat-alat produksi.

Tortilla dari daun kelor diciptakan dalam dua kemasan. Yakni kemasan yang sudah digoreng dengan menggunakan bumbu buatan khusus dan dalam bentuk mentah. Untuk bahan mentah konsumen tinggal menggorek dicampur dengan bumbu buatan khusus. "Kami buat bumbu balado (rica kering dan gula pasir). Juga tanpa bahan pengawet," katanya.

Tortilla tersebut memiliki masa kadaluarsa hingga tiga bulan sehingga cocok dipasarkan di swalayan maupun di luar daerah.

Hijrah mengatakan dia bersama anggota kelompoknya akan mengembangkan kripik dan tortilla daun kelor tersebut menjadi salah satu produk makanan olahan karena memiliki keunggulan tersendiri dari makanan olahan lainnya. Selain itu, karena daun kelor pun bisa menjadi obat. 

Hijrah berencana akan membentuk kelompok di kelurahannya sehingga produk tersebut semakin banyak diproduksi agar dikenal lebih luas.

Wali Kota Palu terpilih Hidayat sangat bergembira melihat kreasi dan inovasi dari warga Palu yang terus tumbuh. Dia menyambut baik kreasi tersebut dan menyatakan produk ini harus harus ditingkatkan.

Dia mengatakan pemerintah Kota Palu ke depan akan memperhatikan usaha mikro masyarakat. Karena hal itu salah satu sumber ekonomi masyarakat kota yang dapat diandalkan untuk menumbuhkan ekonomi kota.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA