Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Imbas Rendahnya Harga Minyak, Ekspor CPO Ikut Anjlok Tahun Ini

Kamis 21 Jan 2016 16:51 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nur Aini

Seorang pekerja mengecek kualitas minyak sawit mentah (CPO) di pabrik pembuatan minyak sawit.

Seorang pekerja mengecek kualitas minyak sawit mentah (CPO) di pabrik pembuatan minyak sawit.

Foto: REUTERS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memprediksi nilai ekspor minyak sawit atau crude palm oil (CPO) akan merosot pada 2016 ini. Direktur Utama BPDP Bayu Krisnamurthi menyebutkan, faktor utama penyebab anjloknya nilai eskpor CPO tahun ini adalah rendahnya harga minyak dunia yang saat ini masih enggan beranjak dari angka di bawah 30 dolar AS per barel.

"Memang betul (harga minyak dunia) pengaruhi ekspor. Perkiraan kita sikapi minyak dunia yang melemah, tahun ini ekspor akan menurun atau paling tidak stagnan lah. Tidak akan berpotensi tumbuh besar (ekspor)," kata Bayu di kantornya, Jakarta, Kamis (21/1).

Meski secara volume nilai ekspor CPO akan merosot, tetapi Bayu beranggapan masih ada kesempatan nilai ekspor secara value meningkat walau tipis. Alasannya, kata dia, produsen banyak yang beralih dari memproduksi CPO ke produk lain yang bernilai tambah lebih tinggi.

Selain itu BPDP juga merilis, jumlah ekspor sawit periode 16 Juli hingga 31 Desember 2015 lalu mencapai 16,2 juta ton. Rinciannya, ekspor dlam bentuk RBD palm olein mencapai 29 persen, CPO 18,8 persen, bungkil dan residu pada lainnya sebesar 12,7 persen, RBD palm oil 12,6 persen, dam RBD palm stearin sebesar 6,2 persen. Ekspor produk sawit dalam kemasan juga tak kalah besar, mencapai 1,22 juta ton sepanjang semester kedua tahun lalu.

Baca juga: Peremajaan Sawit Ternyata tak Mudah, Apa Saja Kendalanya?

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA