Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Jokowi Minta Menteri Pendidikan Kampanyekan Antiperundungan

Rabu 20 Jan 2016 17:20 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Karta Raharja Ucu

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

Foto: Antara/Widodo S. Jusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas untuk membahas masalah kekerasan pada anak, Rabu (20/1). Saat membuka rapat, Presiden menyinggung soal tindakan bullying (perundungan) yang banyak menimpa anak-anak.

"Saya meminta pada menteri pendidikan untuk menggencarkan kampanye anti-bullying di sekolah," ucap Jokowi.

Ia juga meminta agar sekolah menguatkan pendidikan karakter dan budi pekerti pada siswanya. Presiden memandang, kasus kekerasan pada anak sudah menyerupai fenomena gunung es. Kasus-kasus baru terus bermunculan dan dikhawatirkan akan membawa dampak yang lebih buruk bagi generasi penerus bangsa.

Berdasarkan catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ada 369 pengaduan terkait perundungan sejak 2011 hingga 2014. Hingga kini, kasus penindasan dan kekerasan pada anak juga terhitung masih tinggi.

Karena itu, Jokowi meminta agar fakta tersebut menjadi perhatian semua pihak. "Kuncinya terletak pada mengedukasi masyarakat, keluarga dan pada anak-anak untuk ikut menjadi bagian dari pencegahan, pemantauan dan pengawasan," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA