Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Ahok Tegaskan RT dan RW Harus Peduli Keamanan Lingkungan

Senin 18 Jan 2016 10:45 WIB

Rep: C33/ Red: Winda Destiana Putri

Ahok

Ahok

Foto: Republika/Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan unsur pimpinan di tingkat bawah harus meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar.

Menurutnya, ketua RT dan RW harus memahami situasi keamanan wilayahnya.

Basuki atau biasa disapa Ahok mengatakan sudah melakukan peningkatan keamanan bersama unsur TNI dan Polri. Sebagai upaya lebih lanjut, ia berharap unsur pimpinan di tingkat Kecamatan, Kelurahan, RW dan RT bisa lebih peduli dengan keamanan di wilayahnya. Ahok mengingatkan bahwa unsur pimpinan harus menaruh perhatian kepada keamanan.

"Kita sudah mulai bersama TNI dan Polri, makanya saya sudah intruksikan asistem pemerintahan (Aspem) Lurah kalau RT dan RW-nya tidak perduli diberhentikan saja lah udah. Kalau mau jadi RT dan RW musti orang yang perhatian," katanya kepada Republika, Senin (18/1),

Ahok mengimbau jika RT dan RW enggan menjalankan tugas pengawasan maka pemecatan tidak akan segan dilakukan. Sebab, keperdulian RT dan RW pada wilayahnya merupakan bagian dari perannya sebagai pengayom masyarakat.

"Kalau Urusan teroris saja cuek bagaimana warganya sakit lebih enggak tahu lagi. Makanya kita wajibkan mereka lapor di qlue (aplikasi online), keliatan juga nih Lurah yang males berhentiin saja. Mana boleh kerja kayak gitu," jelasnya.

Sementara itu mengenai operasi yustisi, Ahok merasa tidak perlu dilakukan. Sebab, ia mengatakan tidak ada larangan orang masuk ke Jakarta jika memiliki pekerjaan atau sedang kuliah. Namun Ahok mendorong pengawasan kepada kost-kostan yang berada di Jakarta.

"Konsep kita kan berubah enggak ada orang dilarang masuk Jakarta. Siapapun boleh dateng, orang enggak punya KTP ibu kota boleh enggak dateng? boleh kalau dia kerja, kalau dia kuliah jalan jalan kenapa musti razia. Yang paling penting itu kawasan kumuh yang nyewain kost-kostan yang tidak terdeteksi ini harus kita habisin," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA