Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Awal Tahun, Harga Telur, Ayam dan Sapi Mahal

Kamis 14 Jan 2016 17:34 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Winda Destiana Putri

Pedagang daging ayam menunggu pembeli di Pasar Senen, Jakarta, Senen (18/8).

Pedagang daging ayam menunggu pembeli di Pasar Senen, Jakarta, Senen (18/8).

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Harga bahan pokok sejak memasuki awal tahun 2016 mengalami kenaikan.

Beberapa bahan pokok yang harganya melambung diantaranya, telur ayam, daging ayam dan daging sapi. Kenaikan ini dialami disejumlah daerah di Priangan Timur Jawa Barat.

Kepala UPTD Pasar Ciamis, Toto Warto Heryanto mengatakan, memasuki awal tahun ini ada kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Diantara kenaikan harga telur ayam, daging ayam dan daging sapi yang masih tetap mahal. Menurutnya, meski harga daging ayam melambung tinggi, pedagang daging ayam di pasar tidak ada yang mogok.

Hanya saja para pedagang mengeluhkan kurangnya pasokan barang. Sehingga mereka terpaksa menaikan harga barang. Pekan lalu harga daging ayam naik sebesar Rp 2000 (per kg). Harga awalnya Rp 36 ribu (per kg) menjadi Rp 38 ribu (per kg). 

"Dan hari ini harga daging ayam menjadi Rp 40 ribu (per kg) naik lagi sebesar Rp 2000," kata Toto kepada Republika, Kamis (14/1).

Berdasarkan hasil monitoring harga di Pasar Ciamis pekan ini. Dikatakan Toto, harga normal telur ayam yang tadinya Rp 21 ribu (per kg), kini harganya jatuh dikisaran Rp 25 ribu (per kg).

Sementara, harga daging sapi masih tetap mahal sejak hari raya Idul Fitri tahun lalu sampai sekarang. Harganya masih dikisaran Rp 105 ribu sampai Rp 120 ribu (per kg).

"Saat ini di Pasar Ciamis harga daging sapi kualitas terbaik mencapai Rp 120 ribu (per kg)," ujar Toto.

Berdasarkan informasi yang diterima UPTD Pasar Ciamis dari para pedagang. Kenaikan harga daging ayam dan telur ayam disebabkan beberapa faktor.

Pertama, harga pakan yang menjadi mahal. Kedua, karena faktor cuaca, musim hujan biasanya membuat ayam potong dan petelur banyak yang mati. Toto mengatakan, kalau jumlah kematian banyak biasanya akan mempengaruhi harga jual.

Di Kabupaten Garut dan Kota Tasikmalaya juga terjadi kenaikan harga bahan pokok. Di Pasar Induk Guntur Ciawitali Kabupaten Garut, harga telur ayam Rp 23 ribu (per kg), daging ayam Rp 39 ribu (per kg) dan daging sapi Rp 110 ribu (per kg).

Di Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasikmalaya hasil monitoring harga awal pekan ini menunjukan, harga telur ayam Rp 23.200 (per kg), daging ayam Rp 40 ribu dan sapi Rp 110 ribu (per kg).

Kepala UPTD Pasar Induk Guntur Ciawitali Kabupaten Garut, Dayat menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya ada pemusnahan ayam induk yang sudah cukup tua. Sehingga ayam yang masih muda lambat bertelur. Hal tersebut menyebabkan harga telur ayam naik.

Kemudian, hal yang menyebabkan harga daging ayam mahal karena pakan ayam juga mahal. Dikatakan Dayat, ada informasi lain yang menjadi penyebab harga daging ayam mahal. Campuran pakan ayam ternak yang tadinya berbahan dasar jagung, kini diganti dengan gandum. Sehingga pertumbuhan ayam potong menjadi lebih lambat.

"Akhirnya membuat pasokan ayam potong ke pasar menjadi kurang," kata Dayat.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA