Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Kisah Boikot Italia pada Ballon d'Or 2015

Rabu 13 Jan 2016 15:00 WIB

Red:

Penghargaan Ballon d'Or 2015 sudah diketahui pemenangnya. Bintang Barcelona Lionel Messi menjadi pemain terbaik dunia untuk kelima kalinya.

Tak ada yang berani menyangsikan kehebatan Messi. Secara statistik ia mampu membawa El Barca meraih treble winners musim lalu. Sah-sah saja jika ia menyingkirkan pesaing terdekat sekaligus rival abadi, Cristiano Ronaldo, milik Real Madrid.

Namun, terlepas dari kedigdayaan La Pulga, ajang Ballon d'Or 2015 menyimpan "keanehan". Jauh sebelum nomine dikerucutkan menjadi tiga pemain, kondisi itu sangat terlihat. Yakni, ketika kapten sekaligus kiper Juventus dan tim nasional Italia, Gianluigi Buffon, tidak masuk daftar 59 nominasi pemain terbaik 2015.

Buffon bahkan kalah dari penjaga gawang nomor dua Arsenal, Davide Ospina, asal Kolombia. Serta gelandang Queens Park Rangers Massimo Luongo. Musim lalu, Luongo berkostum Swindon Town anggota League One alias divisi tiga Liga Inggris. Prestasi pemain tersebut membawa timnas Australia juara Piala Asia 2015, dan ia terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP).

Dalam keadaan apa pun, Buffon jelas di atas Ospina dan Luongo. Portiere berusia 37 tahun itu nyaris membawa Juventus meraih tiga gelar musim lalu. Juve hanya kalah dari Barcelona saat kedua tim bertemu pada final Liga Champions di Berlin. Selebihnya, scudettodan Coppa Italia berhasil digenggam. Hingga Oktober 2015, Gigi tercatat sebagai pemain dengan penampilan terbanyak kompetisi Internasional Eropa, yakni 54 laga. Ia juga terpilih sebagai kiper terbaik Seri A 2015.

Pantas saja, publik Negeri Spaghetti merasa seolah dikhianati FIFA. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) bereaksi. Dilansir dari Daily Mail, FIGC dikabarkan melarang Buffon sebagai kapten dan Antonio Conte (pelatih) memberikan hak suara memilih pemenang Ballon d'Or. Negara tersebut hanya diwakili jurnalis sepak bola, Paolo Condo.

Boikot Italia itu sebagai bentuk protes sebuah ketidakadilan menurut mereka. Jika Buffon memang belum bisa bersaing dengan Messi, Ronaldo, dan Neymar, setidaknya ia masuk nominasi kiper terbaik. Tengok saja para peserta yang ada dalam golongan tersebut.

Selain Ospina yang sudah dibahas di atas, ada nama David De Gea milik Manchester United. Musim lalu, De Gea tidak mampu membawa klubnya meraih satu gelar pun. Tiga lainnya cukup layak, yakni Claudio Bravo (Barcelona/Cile), Thibault Courtois (Chelsea/Belgia), serta Manuel Neuer (Bayern Muenchen/Jerman).

"Ini aneh, Gigi selalu menjadi nomor satu, dia membuktikan itu setiap hari," kata rekan setim Buffon di Juventus, Paul Pogba, dikutip dari Football Italia, Selasa (12/1).

Pogba yang masuk dalam starting XI FIFPro 2015 melihat Buffon layak digolongkan sebagai kiper terbaik sejagat edisi kali ini. Pogba juga melihat sosok pelatih Masimilliano Allegri harusnya masuk hitungan.

"Mereka berdua pantas dinominasikan untuk penghargaan masing-masing," ujar pesepak bola asal Prancis ini.n ed: abdullah sammy

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA