Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Mari Kenali Gejala Pink Eye pada Mata

Selasa 12 Jan 2016 11:23 WIB

Rep: Adysha Citra R/ Red: Andi Nur Aminah

Sakit mata (ilustrasi)

Sakit mata (ilustrasi)

Foto: Safebee

REPUBLIKA.CO.ID, Ketika mendapati mata anak memerah, orang tua perlu segera waspada karena bisa jadi sang anak menderita gejala pink eye atau penyakit yang membuat mata kemerahan. Mengingat pink eye merupakan penyakit menular, ada baiknya Anda mengetahui lebih jauh mengenai penyakit mata ini.

Penyakit mata pink eye biasanya disebabkan oleh virus atau bateri. Akan tetapi penyebab paling umum dari pink eye ialah virus. Virus yang menyebabkan peradangan pada selaput mata atau konjungtivitis berasal dari beragam virus berbeda, mulai dari virus flu hingga virus yang menyebabkan infeksi pernafasan dan infeksi ternggorokan.

Yang cukup mengkhawatirkan, virus-virus penyebab pink eye ini juga dapat menyebar dengan mudah. Untungnya, pink eye yang disebabkan oleh virus-virus ini akan sembuh sendiri dalam satu atau dua minggu tanpa memerlukan perawatan khusus. Meski begitu, kompres air hangat dapat meringankan gejala pink eye yang diderita oleh anak akibat virus.

Pink eye yang disebabkan oleh bakteri dapat sedikit lebih mengganggu. Pasalnya, pink eye jenis ini biasanya diiringi dengan keluarnya cairan menyerupai nanah pada area terinfeksi. Cairan ini akan keluar paling sedikit dua atau tiga hari dan paling lama sekitar dua atau tiga minggu. Pink eye yang disebabkan bakteri dapat sembuh sendiri atau sembuh dengan lebih cepat melalui bantuan obat dari dokter.

Di samping virus dan bakteri, terkadang pink eye juga disebabkan oleh alergi. Peradangan mata akibat alergi ini biasanya seringkali disebabkan oleh penggunaan lensa kontak yang terlalu lama. Akan tetapi, pink eye yang ditimbulkan oleh alergi ini dapat segera diatasi oleh obat alergi.

Gejala dari pink eye cukup beragam. Beberapa gejala pink eye yang perlu diwaspadai ialah mata memerah atau bagian putih mata dan bagian kelopak mata terlihat membengkak serta keluarnya cairan air mata hingga cairan berupa lendir dan nanah yang cukup banyak dari mata. Selain itu, pink eye biasanya juga disertai dengan gejala gatal, sensitif terhadap cahaya, penglihatan yang kabur karena produksi cairan mata meningkat.

Penderita pink eye juga tak jarang akan merasakan bagian matanya seperti berpasir dan tidak nyaman. Saat bangun di pagi hari, penderita pink eye juga biasanya akan mendapati cairan mata yang mengeras di bagian kelopak dan bulu mata mereka.

Untuk menghindari pink eye pada anak dan juga orang dewasa, seseorang, khususnya orang tua, perlu mengajarkan kebiasaan bersih pada anak seperti mencuci tangan. Selain itu, orang tua juga perlu memberi pengertian agar anak tidak menyentuh dan mengucek mata dengan tangan mereka.

Jika mendapati ada teman yang menderita pink eye, orang tua bisa meminta sang anak untuk menjauh sementara dari penderita tersebut. Orang tua juga harus menghindari anak untuk menggunakan berbagai pakaian dan kain yang sebelumnya sudah digunakan untuk menyeka muka dan mata mereka.

Bagi orang dewasa, mereka juga perlu memastikan bahwa seprai kasur dan bantal-guling diganti secara berkala. Penggunaan alat kosmetik lama juga harus dipastikan tidak digunakan oleh orang lain. Selain itu, orang dewasa juga perlu menjaga kebersihan lensa kontak yang mereka gunakan dengan sangat baik dan teliti.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA