Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

PLN Dirikan Menara Darurat Gantikan di Padang

Ahad 10 Jan 2016 19:54 WIB

Rep: Sapto Andhika Candra/ Red: Hazliansyah

Perusahaan Listrik Negara/PLN (ilustrasi)

Perusahaan Listrik Negara/PLN (ilustrasi)

Foto: Antara/Zabur Karuru

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- PT PLN (persero) mendirikan menara darurat sebagai pengganti menara yang roboh akibat hantaman truk pengangkut bongkaran material pada Sabtu (9/1) lalu. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Lakuak juga difungsikan untuk memasok listrik di Sumatera Barat, setelah menara transmisi nomor 47 Indrarung, Padang, Sumatera Barat roboh.

Kejadian ini mengakibatkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Teluk Sirih mengalami gangguan operasional sehingga pasokan listrik ke gardu induk (GI) Bungkus dan GI Kambang terputus.

Senior Manajer Public Relation PLN Agung Murdifi mengungkapkan, PLTD Lakuak yang berkapasitas 6,6 MW berfungsi melakukan evakuasi beban gardu induk Bungus ke gardu induk Plimo sebesar 10 MW.

Selain itu, lanjut Agung, setidaknya 120 pekerja PLN dari UPT P3BD, UIP II dan III, serta PLN Area Padang dan PLTU Teluk Sirih diturunkan ke lapangan untuk mempercepat proses penyelesaian menara darurat.

Agung menambahkan, kejadian robohnya tower transmisi 47 Indrarung mengakibatkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Teluk Sirih mengalami gangguan operasional sehingga pasokan listrik ke GI Bungkus dan GI Kambang terputus.

"Secara pararel percepatan pembangunan tower emergency Indrarung terus dilakukan, hal ini demi menjaga lancarnya pasokan listrik kapada para pelanggan," ujar Agung, Ahad (10/1).

Untuk saat ini, katanya, tim di lapangan sudah hampir memasuki proses uji coba tegangan setelah sebelumnya melakukan pemasangan kabel konduktor dan tiang penyangga.

"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas pemadaman yang terjadi. Kami juga mohon bantuan para pelanggan agar lebih bijak dalam penggunaan listrik, terutama dalam kondisi seperti saat ini," imbuh GM PLN Sumatera Barat, Supriyadi.

Supriyadi menambahkan, apabila seluruh proses pengencangan kabel ini telah dilakukan, artinya PLN sudah siap untuk melakukan uji coba tegangan.

"Semoga semuanya berjalan lancar sehingga kebutuhan listrik dan sistem bisa kembali seperti semula," katanya lagi.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA