Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Halaman Parkir Balai Kota Bogor Boleh Dipakai Umum Saat Akhir Pekan

Sabtu 09 Jan 2016 11:23 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Balai Kota Bogor.

Balai Kota Bogor.

Foto: twicsy.com

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya Sugiarto mengizinkan masyarakat untuk memarkir kendaraannya di halaman parkir Balai Kota Jalan Juanda khususnya saat "Car Free Day" pada akhir pekan. Usul memperbolehkan halaman Balai Kota sebagai tempat parkir untuk masyarakat umum disampaikan Kepala Satpol PP Kota Bogor, Eko Prabowo yang melihat tingginya minat masyarakat mengikuti car free day dan wisata memberi makan rusa depan istana.

Menurutnya, selama ini warga memarkir kendaraannya di pinggir jalan depan Rumah Sakit Salak dan Samping Regina Pacis. Parkir tersebut dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengambil keuntungan dari biaya parkir yang dibayar oleh warga. "Padahal itu pakir liar, tidak jelas kemana uang parkirnya disetorkan, dan area itu bukan kawasan parkir," kata Eko.

Begitu juga dengan kegiatan wisata memberi makan rusa depan Istana Bogor, banyak warga yang memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan, sehingga mengambat arus lalu lintas terutama saat akhir pekan. "Sudah jelas disana tidak boleh parkir, tetapi warga masih parkir, wajar kalau arus lalu lintas macet, dibiarkan warga parkir disana," katanya.

Menurut Eko, aktivitas memberi makan rusa dengan memarkir kendaraan di pinggir jalan tidak diperbolehkan, namun lemahnya pengawasan instansi yang mengatur persoalan parkir dan lalu lintas, hingga kegiatan tersebut terus dibiarkan. Oleh karena itu, lanjut Eko, ia mengusulkan halaman parkir Balai Kota dibuka untuk umum, agar aktivitas warga mengikuti car free day dan wisata makan rusa tetap bisa berjalan.

"Saya sudah sampaikan usulan ini kepada Wali Kota, dan beliau menyetujui," katanya.

Eko mengatakan, parkir di Balai Kota gratis tidak dipungut biaya atau retribusi parkir, karena merupakan kawasan milik pemerintah. Namun, pihaknya tidak menolak bila masyarakat mau membayar secara sukarela.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA