Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Jelang Pergantian Tahun Harga Sembako di Priangan Naik

Selasa 29 Dec 2015 12:24 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Winda Destiana Putri

sembako

sembako

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Sejak menjelang liburan natal harga bahan pokok (sembako) di wilayah Priangan Timur mulai naik.

Saat ini menjelang pergantian tahun harga bahan pokok terutama sayur-sayuran menjadi semakin mahal. Hal ini terjadi akibat permintaan barang bertambah banyak sementara persediaan barang lebih sedikit.

Kepala UPTD Pasar Induk Guntur Ciawitali Kabupaten Garut, Dayat mengatakan, menjelang libur panjang pekan lalu sudah ada gejala kenaikan harga sembako. Sekarang menjelang tahun baru harga sayuran, daging sapi dan telur serempak naik. Hal ini terjadi karena permintaan barang di pasar lebih banyak dari pada pasokan barang ke pasar.

"Harga sayuran rata-rata terutama cabai naik hampir 40 persen sampai 50 persen," kata Dayat kepada Republika, Senin (28/12).

Berdasarkan hasil monitoring harga di Pasar Induk Guntur Ciawitali hari ini. Dayat menjelaskan, harga daging sapi saat ini Rp 110 ribu (per kg). Naik sekitar Rp 10 ribu (per kg). Harga telur ayam Rp 23 ribu (per kg), naik sekitar Rp 2000 (per kg). Harga cabai merah saat ini Rp 60 ribu (per kg), padahal harga normalnya Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu (per kg).

Di Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasikmalaya juga terjadi kenaikan harga sayur-sayuran. Kenaikan tertinggi dialami cabai dan bawang. Berdasarkan hasil monitoring harga sembako hari ini di Pasar Induk Cikurubuk. Harga cabai merah hari ini Rp 40 ribu (per kg), pekan sebelumnya Rp 30 ribu (per kg). Harga normalnya Rp 20 ribu (per kg).

Harga bawang merah Rp 32 ribu (per kg), peken sebelumnya Rp 30 ribu (per kg). Harga normalnya Rp 15 ribu (per kg). Selain itu, harga daging sapi masih tetap bertahan di harga Rp 110 ribu (per kg). Semenjak hari raya Idul Fitri sampai hari ini harga daging sapi tetap tinggi.

Kepala PD Pasar Induk Cikurubuk, Dodi Indra menjelaskan, menjelang hari libur natal sampai saat ini menjelang pergantian tahun harga sembako mulai naik. Hal ini diakibatkan karena banyaknya permintaan barang. Namun, suplai barang ke pasar tetap tidak bertambah. Sehingga hal ini memicu kenaikan harga sembako.

"Kenaikan harga sayuran tapi bisa juga terjadi karena faktor cuaca sebab di musim hujan ada sayuran yang kurang bagus saat dipanen," kata Dodi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA