Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Diperlukan, Penguatan Ideologis Muslimah HTI

Jumat 25 Dec 2015 12:30 WIB

Rep: c26/ Red: Damanhuri Zuhri

 Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia melakukan aksi Nasional Pemudi Islami di Bundaran HI, Jakarta, Senin (28/10).    (Republika/Agung Supriyanto)

Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia melakukan aksi Nasional Pemudi Islami di Bundaran HI, Jakarta, Senin (28/10). (Republika/Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Koordinator Lajnah Khusus Muslimah HTI Ustadzah Rina Komara mengatakan pendidikan penguatan ideologis sangat diperlukan. Ketahanan ideologis dalam diri perempuan dan anak merupakan sumber kekuatan mempertahankan Islam.

Menurut Rina, ketiadaan ketahanan ideologis dan rekayasa negara adidaya inilah yang menyebabkan kondisi memprihatinkan perempuan dan anak saat ini. Perempuan dan anak kerap menjadi objek eksploitasi para kapitalis.

Belum lagi sistem demokrasi dengan nilai kebebasannya membiarkan media menayangkan apapun termasuk nilai-nilai yang rusak dan merusak perempuan dan generasi. Peran media seringkali bergeser menjadi corong efektif bagi Negara Barat untuk melemahkan kualitas suatu bangsa.

“Jelas ini yang semakin memperpuruk kondisi dan merusak perempuan dan generasi, Lagi-lagi Negara gagal melindungi umatnya dan tak lagi menjadi pelindung," ujarnya.

Menurutnya, seharusnya pemerintah berperan menjadi perisai dan pelindung rakyat yang bertanggung jawab langsung dalam mengontrol media yang mengedukasi masyarakat. 

Negara memiliki peran yang besar dalam menetapkan aturan yang terintegrasi untuk kesejahteraan rakyat. Hal ini, ujar dia, memang akan sulit ditemui dalam sistem demokrasi. Sistem ini hanya ada dalam sistem Khilafah Islamiyyah.

"Negara Khilafah sebagai perisai tidak akan tinggal diam jika ada perempuan dan anak yang terlantar termasuk memastikan rakyat mendapatkan perlindungan dan jaminan baik di bidang pendidikan dengan kurikulum berbasis aqidah Islam, ekonomi yang menyejahterakan, politik yang kuat, sistem sosial yang bersih serta sistem sanksi yang tegas," ungkapnya.

Dengan sistem Khilafah Islamiyah, ungkap Rina, kaum ibu akan fokus mendidik dan mewujudkan rumah tangga yang harmonis serta terwujud generasi yang cemerlang dan berkualitas.

Muslimah Hizbut Tahrir mendorong perempuan untuk tetap menjalankan peran muslimah di ranah publik dengan aktif berdakwah dan mengoreksi penguasa serta pengambil kebijakan.

''Muslimah juga harus terus berjuang bersama menegakkan Khilafah Islamiyyah yang mampu mengakhiri kekerasan, mewujudkan perlindungan, kesejahteraan dan pemberdayaan hakiki,'' kata Rina menambahkan.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA