Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Muhammadiyah Harus Mampu Tangkal Paham Radikal

Kamis 24 Dec 2015 13:08 WIB

Red: Angga Indrawan

Syahrul Yasin Limpo

Syahrul Yasin Limpo

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, PALOPO -- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo meminta Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi keagamaan Islam terbesar harus mampu menangkal paham-paham radikal. Paham radikal dinilai semakin berkembang dan menggerogoti nilai-nilai nasionalisme.

"Muhammadiyah harus mampu menangkal paham radikal yang mengatasnamakan agama tetapi melakukan kedzaliman," tegas Syahrul dalam sambutannya pada Pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-39 di Kota Palopo, Sulsel, Kamis (24/12).

Syahrul mengatakan, Muhammadiyah harus mampu menjadi Rahmatan Lil Alamin bagi negara dan bangsa sebagaimana Islam sebagai agama yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

"Allahu Akbar harus dinyatakan dengan kasih sayang bukan dengan kengerian dan pengrusakan," ujarnya.

Gubernur mengaku prihatin karena dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, generasi muda dapat dengan mudah dicekoki dengan paham-paham radikal seperti ISIS. "Anak-anak kita dengan mudah dapat mengakses internet dan terpapar paham-paham radikal ini," katanya.

Ia berharap Muhammadiyah mampu menjadi filter dan benteng ideologis dalam menangkal paham radikal dan budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai luhur budaya bangsa. Ia juga berharap Muhammadiyah Sulsel mampu menjadi pendorong dan penggerak Muhammadiyah di Indonesia sehingga sebagai sebuah organisasi dapat terus meningkatkan perannya dalam membangun bangsa.

"Muhammadiyah harus bangkit dari Sulsel," pungkasnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA