Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Fatty Liver Ancam Pemilik Tubuh Kegemukan

Selasa 08 Dec 2015 10:09 WIB

Red: Indira Rezkisari

Pola makan sehat serta porsi yang tepat mengurangi resiko obesitas.

Pola makan sehat serta porsi yang tepat mengurangi resiko obesitas.

Foto: Prayogi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Mereka yang kegemukan berpeluang lebih besar mengalami kelebihan lemak dalam hatinya, ketimbang orang yang memiliki berat badan normal.

Kondisi itu bila disertai peradangan bisa berujung pada kanker hati dan gagal hati, ujar spesialis penyakit dalam, Prof. DR. dr. Laurentus A. Lesmana. "Orang gemuk kemungkinan mengalami fatty liver-nya (perlemakan hati) besar," kata dia di Jakarta.

Lebih lanjut, selain hepatitis B atau C, berlebihnya lemak di hati yang disertai peradangan bisa menjadi pemicu terjadinya gagal hati ataupun kanker hati. "Faktor risiko kanker hati antara lain, inveksi virus hepatitis B atau C yang menahun, peminum alkohol berat, obesitas, diabetes dan perlemakan hati," tutur dia.

Data dari rumah sakit Medistra pada 2013 lalu menyebutkan, dari sejumlah penderita kanker hati, 33 persen di antaranya tidak disebabkan hepatitis B maupun C, sehingga perlemakan hati bisa dicurigai sebagai penyebabnya.

Sementara itu, data dari rumah sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menunjukkan, 34 persen pasien mengalami kanker hati bukan karena virus hepatitis B atau C.

Menurut Lesmana, modifikasi gaya hidup selalu menjadi dasar mengatasi perlemakan hati, seperti penurunan berat badan (hingga mencapai normal), konsumsi makanan sehat, dan peningkatakan aktivitas fisik.

"Pasien dianjurkan menghindari gaya hidup yang hanya duduk saja. Lakukanlah olahraga apa saja, yang penting 30 menit per hari, lalu yang kegemukan dikurangi berat badannya," kata dia.

Bagi mereka yang mengalami kegemukan perlu mengurangi kalori sebanyak 600 kkal setiap hari. Ia juga perlu menurunkan berat badannya 0,5-1 kg per minggu hingga mencapai berat normal.

"Kurangi makanan berlemak, banyak minum air putih. Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana dan minuman manis. 72 persen perlemakan hati bisa dengan intervensi gaya hidup," kata Lesmana.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA