Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Menteri Riset Dukung Temuan Warsito

Senin 07 Dec 2015 22:19 WIB

Rep: C13/ Red: Ilham

Dr Warsito P Taruno

Dr Warsito P Taruno

REPUBLIKA.CO.ID, SERPONG -- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir akan mendukung temuan Warsito Purwo Taruno soal Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT). Menurut dia, penelitian Warsito sudah dianggap terdepan di mata dunia teknologi.

Menurut Nasir, alat terapi kangker temuan Warsito itu merupakan hal yang patut diantisipasi kemajuannya di Indonesia maupun dunia. Dia juga mengaku bahwa riset di Indonesia memang kurang mendapatkan perhatian.

"Untuk itu kami dukung dan dorong terus temuan dan penelitian Warsito," kata Nasir saat berkunjung C-Care Riset Kanker Alam Sutera, Serpong, Kota Tangerang, Senin (7/12).

Mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) ini juga mengutarakan akan terus mendampingi penelitian Warsito. Ia tidak ingin mematikan riset anak bangsa Indonesia, apalagi riset yang dihasilkan merupakan terdepan di dunia.

Nasir juga mengapresiasi hal-hal yang telah dilakulan Warsito. Hal ini diutamakan pada sikap Warsito yang tidak pernah meninggalkan Indonesia dengan temuannya itu. Ini membuktikan bahwa Warsito merupakan sosok yang cinta dengan Indonesia. "Kalau ke luar negeri pasti laku tapi beliau masih sayang Indonesia," kata dia.

Dengan adanya situasi ini, Nasir menegaskan akan berusaha mengkomunikasikan ini dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dia berharap tidak akan ada lagi upaya mematikan inovasi di Indonesia ke depannya.

Dia juga meminta agar ada pendampingan dari kedokteran dan dunia medis. Pasalnya, temuan Warsito ini masih belum di-scale up sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Ke depan, Nasir berharap temuan Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) Warsito bisa dipakai di Puskesmas Indonesia. Pemanfaatan alat ini jelas bisa digunakan bagi masyarakat yang terkena kanker. Apalagi harga yang dipatok sangat terjangkau, yakni 5000 dolar AS per unit.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA