Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Kemilau Emas untuk Investasi Keluarga

Sabtu 05 Dec 2015 06:05 WIB

Red: M Akbar

kemilau emas - ilustrasi

Foto:

Emas wajib dizakati jika sudah sampai nishab seberat 85 gram dan haul yaitu tersimpan dalam waktu satu tahun hijriah. Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda, Jika kamu memiliki 200 dirham, dan sudah disimpan selama satu tahun maka wajib dizakati 5 dirham. Dan tidak ada kewajiban zakat emas, sampai kamu memiliki 20 dinar. Jika kamu punya 20 dinar dan telah disimpan selama setahun maka kewajiban zakatnya 1/2 dinar. (HR. Abu Daud 1342).

Dari pemahaman hadits di atas, para ulama sepakat bahwa besaran zakat emas (emas murni 24 karat) adalah 2,5 persen yang berasal dari setengah dinar dari 20 dinar atau 1/40. Contoh menghitungnya adalah bagi emas telah mencapai 85 gram, maka besaran zakat adalah 85/40 = 2,125 gram. Jika timbangan emas adalah 100 gram, besaran zakat adalah 100/40 = 2,5 gram. Para ulama juga sepakat bahwa pembayaran zakat atas emas dapat berbentuk uang untuk memudahkan.
 
Walaupun dalam tahun ini emas yang sudah disimpan sudah dibayarkan zakatnya, namun tetap disimpan hingga tahun depan dan masih mencapai nisab serta sudah lewat waktu haul, maka zakat tetap dikenakan lagi.

Maka dari itu, untuk menjadikan investasi emas lebih produktif, sebaiknya tidak hanya disimpan di dalam bentuk perhiasan dan batangan di rumah atau di Safe Deposit Box, tetapi dijadikan modal bisnis atau bentuk barang produktif lainnya.

Adapun jika belum sampai nishab tetapi tetap ingin mengeluarkan zakat atasnya, maka amalannya menjadi amalan sedekah.

Jadi kesimpulannya, cocokkah emas untuk investasi keluarga? Jawabannya adalah sama dengan pertanyaan di dalam tulisan Sakinah Finance sebelumnya mengenai saham syariah, yaitu tergantung dengan niat dan tujuan keluarga di masa depan, apa sajakah yang perlu dicapai.

Yang penting adalah jangan sampai investasi ini menjadikan kita lupa akan tujuan hidup yang hanya semata-mata untuk beribadah sedangkan harta bukan dijadikan penghalangnya. Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA