Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Turki vs Rusia

Rusia Tunjukkan Bukti Turki Beli Minyak ISIS

Kamis 03 Dec 2015 06:18 WIB

Red: Nur Aini

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin.

Foto: Kremlin Pool Photo via AP

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia menerbitkan gambar satelit yang diklaim sebagai bukti bahwa pemerintahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan keluarganya mendapat keuntungan dari penyelundupan ilegal minyak dari wilayah kekuasaan ISIS.

Kementerian Pertahanan Turki menerbitkan gambar satelit yang menunjukkan truk minyak tengah mengisi muatan di instalasi yang dikontrol ISIS di Suriah sebelum melewati perbatasan masuk Turki.  Dalam gambar itu juga diberi keterangan bahwa truk bisa melewati perbatasan Turki-Suriah tanpa ada larangan dari penjaga perbatasan Reyhanli.

Pejabat Rusia tidak memberikan rincian bukti langsung keterlibatan Erdogan dan keluarganya. Tuduhan tersebut sempat dibantah Presiden Turki. Tuduhan tersebut merupakan rangkaian peningkatan ketegangan kedua negara setelah Turki menembak jatuh pesawat militer Rusia di dekat perbatasan Suriah bulan lalu.

"Turki merupakan konsumen utama minyak yang dicuri dari pemilik sah Suriah  dan Irak," ujar Wakil Menteri Rusia Anatoly Antonov seperti dikutip the Independent.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima, pemimpin Turki, Presiden Erdogan dan keluarganya terlibat dalam bisnis tersebut.

Dia mengungkapkan bahwa anak presiden Turki mengepalai salah satu perusahaan minyak terbesar dan anak tirinya menjadi menteri energi. "Bisnis keluarga yang luar  biasa," ujarnya.

 Kementerian Pertahanan Rusia juga menuduh bahwa jaringan kriminal yang menyelundupkan minyak ke Turki juga menyediakan senjata, peralatan, dan pelatihan kepada ISIS.

Presiden Turki membantah hal tersebut dengan mengatakan tak ada seorang pun yang berhak menuduh Turki membeli minyak dari ISIS. Bahkan, dia mengungkapkan akan mundur jika tuduhan tersebut terbukti.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA