Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Hari Disabilitas Internasional

'Musik untuk Semua'

Rabu 02 Dec 2015 18:10 WIB

Rep: C33/ Red: Yudha Manggala P Putra

Sejumlah siswa tampil memainkan alat musik tradisional angklung pada perayaan Hari Disabilitas Internasional yang diselenggarakan Kedubes Australia, di SLB A Pembina, Lebak bulus, Jakarta, Rabu (2/12).

Foto:

Salah satu pemain angkulung, Syifa mengaku senang bisa meramaikan panggung dengan aksinya. Menurut murid kelas empat SD itu memainkan angklung cenderung tidak sulit, meski dirinya merupakan tunanetra. Ia merasa yang paling penting adalah kemampuan pendengaran guna mengetahui nada-nada musik.

"Awalnya sempat kesulitan karena saya tidak pernah mengenal alat musik angklung. Tapi sejak belajar dua jam setiap harinya di sekolah saya sudah bisa memainkan nada Mi yang jadi tugas saya," kata gadis berkerudung itu.

Setelah mendengar penampilan Zizi dan ke-22 murid lainnya, Emma tampak senang dengan merangkul dan mencoba berbicara dengan mereka.

Emma mengungkapkan bahwa para difabel memiliki hak yang sama untuk bermusik atau pun seni lainnya. Namun ia merasa hambatan utama terletak pada kurangnya dukungan dan pengakuan baik dari masyarakat maupun pemerintah.

Guna mengatasi hal itu, ia merasa salah satu solusinya yaitu pendanaan bagi pengembangan sarana bermusik bagi kaum disabilitas. Ia yakin, kaum disabilitas butuh sarana demi mengakomodir hasrat seni dalam diri.

Lewat musik pula lah, perempuan sarjana musik dari universitas Queensland itu percaya kaum disabilitas mampu membawa perubahan.

Sebab, hingga kini ia menganggap kaum disabilitas kurang memperoleh hak yang seimbang di masyarakat. Sehingga melalui musik, ia berharap dapat menampilkan kesamarataan antara disabilitas atau non-disabilitas.

Dengan musik pula, ia menekankan pentingnya merubah cara pandang ketika berhubungan dengan kaum disabilitas.

"Saya percaya seni adalah alat sangat kuat untuk melakukan perubahan. Dengan kontribusi dan partisipasi seni, saya yakin kaum disabilitas punya kesempatan besar merubah persepsi publik tentang disabilitas," kenapa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA