Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Ada 31 Balita Pengidap HIV-AIDS di Kabupaten Bekasi

Selasa 01 Dec 2015 17:43 WIB

Rep: c37/ Red: Andi Nur Aminah

Pemeriksaan darah untuk tes hiv/aids

Pemeriksaan darah untuk tes hiv/aids

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bekasi mengungkapkan, selama kurun waktu 2009 hingga awal 2015, tercatat sebanyak 711 orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di Kabupaten Bekasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 balita menjadi pengidap karena tertular oleh ibu mereka. "Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, sekarang sudah ada 31 orang balita yang kita tangani," kata Pengelola Program KPA Kabupaten Bekasi Ade Bawono, Selasa (1/12).

Penyebab sejumlah balita tersebut menjadi ODHA disebabkan oleh tertularnya para ibu oleh para suami mereka yang kerap 'jajan' seks di luar. Saat ini, jumlah ibu rumah tangga yang menjadi pengidap HIV mencapai 18 persen. Sementara dua persen dari jumlah tersebut sudah masuk fase AIDS. "Dari yang tertular HIV itu, sebetulnya yang sudah masuk fase AIDS sebanyak dua persen, dan udah berobat," jelas Ade.

(Baca Juga: Ratusan Orang Mengidap Penyakit HIV/AIDS di Bekasi).

Sementara yang masih dalam tahap HIV, ada yang baru masuk tahap pengobatan. "Masih banyak juga yang ragu mau minum ARV (anti retroviral). Minum obat seumur hidup kan tidak gampang," katanya.

Menurut Ade, saat ini pihaknya sedang fokus menangani penularan yang terjadi pada ibu rumah tangga. Sebab, penularan terhadap ibu rumah tangga berisiko menularkan juga kepada bayi mereka. Selain itu, jumlah ibu rumah tangga yang merupakan pengidap HIV sudah hampir mendekati pengidap HIV dari kalangan Wanita Tuna Susila (WTS) yang berjumlah 26 persen.

Fenomena ini, Ade mengatakan, bergerak terus. Dari yang awalnya berasal dari jarum suntik narkotika, lelaki suka lelaki, pekerja seks komersial (PSK) hingga penularan dari para suami yang suka 'jajan' seks.

"Nah dari para laki-laki suka jajan ini yang berisiko menularkan ke istri lalu ke bayi, jadi kita pencegahannya di situ," tutur Ade.

Upaya yang dilakukan untuk pencegahannya yakni dengan melakukan penyuluhan melalui para kader ibu rumah tangga. Para kader tersebut gencar melakukan sosialisasi melalui majelis taklim, acara PKK, Posyandu dan sebagainya. Dalam penyuluhan tersebut, pihaknya menghimbau agar para ibu rumah tangga selalu menjaga kesehatan dan segera memeriksakan diri bila curiga sudah tertular.

"Kita juga sudah menyiapkan layanan pemeriksaan HIV/AIDS di 15 Puskesmas dari 23 Kecamatan. Mudah-mudahan bisa mewakili 23 kecamatan," katanya.

(Baca Juga: Cina Mampu Kendalikan Narkoba, Tapi tidak HIV/AIDS).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi jumlah pengidap HIV-AIDS sebanyak 711 orang dengan 86 orang yang sudah meninggal. Adapun rinciannya yaitu usia produktif 15 hingga 29 tahun sekitar 65 persen, usia di atas 40 tahun sekitar lebih dari 20 persen, dan sisanya balita sebanyak 31 orang.

Berdasarkan jenis kelamin, ODHA berjenis kelamin laki-laki sebanyak 65 persen dan perempuan 35 persen. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA