Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Alfamart Dorong Warung Tradisional Jadi Ritel Modern

Rabu 11 Nov 2015 09:05 WIB

Rep: C37/ Red: Nur Aini

Alfamart

Alfamart

Foto: antaranews

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan ritel nasional, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT), pemilik jaringan ritel Alfamart Alfamidi memberdayakan pengusaha kecil melalui Program Outlet Binaan Alfamart. Program ini merupakan tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan.

Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin menuturkan, dalam menjalankan bisnisnya perusahaan tidak hanya berfokus pada profit tetapi juga pada lingkungan sosialnya. “Dalam menjalankan program CSR, perusahaan fokus pada pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya pedagang tradisional, diantaranya melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA) dengan sistem keanggotaan,” ungkapnya melalui keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (11/11).

Teknis program OBA ini, petugas yang dinamakan Member Relations Officer (MRO) Alfamart akan mendata dan mengajak pedagang tradisional di sekitar toko untuk bergabung menjadi anggota pedagang OBA. Anggota OBA akan memperoleh berbagai kemudahan, seperti penyediaan pasokan barang berkualitas, serta dapat memesan barang ke toko dengan harga spesial yang disubsidi oleh perusahaan dan siap antar tanpa dikenai ongkos kirim. 

Pedagang juga diajak mengikuti pelatihan manajemen ritel modern, dengan materi terkait teknik menata barang, pengetahuan produk, cash flow, hingga melayani konsumen. 

Perusahaan juga memberikan bantuan bedah warung untuk mempercantik tampilan fisik warung. “Kami berupaya agar ilmu yang didapat selama pelatihan manajemen ritel modern tersebut bisa diaplikasikan dalam usaha mereka sehari-hari sehingga usahanya dapat lebih berkembang,” ujarnya.

Program OBA saat ini telah diaplikasikan di berbagai kota yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, dan Lombok. “Hingga September 2015, jumlah anggota OBA yang aktif mencapai 57.197 pedagang dan 555 warung telah direnovasi,” kata Solihin. 

Selain memberdayakan pengusaha kecil melalui Program Outlet Binaan Alfamart, perusahaan juga mengembangkan kemitraan dengan pelaku UMKM melalui kerja sama Toko Mitra Alfamart (TMA). 

Melalui TMA, modal investasi mendirikan ritel modern lebih terjangkau. “Untuk menjadi anggota TMA, mitra bisa melakukan upgrade toko tradisional menjadi format minimarket. Modal yang dibutuhkan berkisar Rp 55 juta hingga 75 juta, tergantung dari luas dan tipe tokonya,” ungkap Solihin. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA