Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Sarapan Bantu Anak Kurangi Jajan tak Sehat di Sekolah

Ahad 01 Nov 2015 08:28 WIB

Rep: C04/ Red: Winda Destiana Putri

Anak sarapan sehat (Ilustrasi)

Anak sarapan sehat (Ilustrasi)

Foto: Sheknows

REPUBLIKA.CO.ID, Sarapan merupakan aktifitas yang dianggap wajib dilakukan anak sebelum berangkat ke sekolah. Hal ini selain membantu meningkatkan konsentrasi anak dalam menerima pelajaran, juga membantu meningkatkan energi di pagi hari.

Selain itu, dikatakan oleh spesialis gizi klinik RSCM, Dr. Fiastuti Witjaksono, MS, MSc, SpGK, sarapan wajib diterapkan setiap hari oleh semua keluarga Indonesia. Ini dikarenakan, sarapan dapat mengurangi tingkat kecenderungan anak untuk menyantap jajanan yang kurang sehat di sekolah maupun luar sekolah.
 
"Jika kebutuhan nutrisi sarapan anak berkurang, anak bisa saja jajan sembarangan di sekolah karena perutnya merasa lapar. Seperti yang telah diketahui, jajanan di sekolah maupun di luar sekolah belum tentu sehat bagi anak. Untuk itu, dengan memastikan sarapan lengkap secara teratur, asupan nutrisi anak juga dapat lebih mudah di pantau oleh para orang tua," kata Fia belum lama ini di Jakarta.
 
Dokter lulusan Universitas Indonesia ini pun mengungkapkan, dalam hal ini memang  peranan orang tua dalam memenuhi gizi sarapan pada anak sangat penting. Walaupun ditengah aktifitas orang tua yang juga tak kalah padat.
 
"Banyak orang tua hanya memberikan susu atau teh pada anak untuk sarapan, setelah itu orang tua memberikan uang jajan lebih agar sang anak bisa sarapan di sekolah dengan membeli jajanan yang belum tentu sehat bagi mereka," kata Fia.
 
Menurutnya, ini merupakan sebuah mindset yang keliru. Tak jarang banyak anak yang hingga dewasa juga tidak merasa bahwa sarapan itu penting bagi tubuhnya karena tidak dibiasakan oleh orang tua mereka sedari kecil.
 
Padahal dengan menerapkan sarapan pagi, angka kecukupan gizi dapat terpenuhi sekitar 25 hingga 30 persen. Namun, sayangnya anak-anak di Indonesia hanya mampu memenuhi angka kecukupan gizi kurang dari 15 persen.
 
Berdasarkan fakta tersebut, Fia mengimbau bagi para orang tua yang masih memiliki anak usia sekolah agar dapat menerapkan pola sarapan sehat setiap harinya. Dengan melakukan berbagai cara agar anak mau sarapan di rumah dengan kualitas makanan yang lebih bergizi.
 
"Orang tua juga tidak boleh mengabaikan sarapan pagi dengan hanya menghidangkan susu dan teh untuk sang anak. Orang tua harus lebih kretif dalam menyajikan hidangan, dengan memberikan hidangan yang beragam dan bervariasi. Sehingga kebutuhan gizi anak terpenuhi dan semakin aktif berkegiatan di sekolah," imbuhnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA