Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

ITF Mangkrak, Pengolahan Sampah Jakarta tak Maksimal

Jumat 23 Oct 2015 09:25 WIB

Rep: C26/ Red: Karta Raharja Ucu

 Pekerja menaikkan sampah ke dalam truk sampah di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (1/7). (Republika/ Yasin Habibi).

Pekerja menaikkan sampah ke dalam truk sampah di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (1/7). (Republika/ Yasin Habibi).

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji mengakui pengolahan sampah Ibu Kota belum maksimal. Karenanya, sampah terus menerus dibawa ke Bantar Gebang, Bekasi.

Isnawa menuturkan, kondisi ini terjadi lantaran mangraknya pembangunan Intermediete Treatment Facility (ITF). Proses lelang masih menjadi hambatan belum terealisasinya tempat pengolahan sampah tersebut.

"Pemda DKI harus bangun ITF. Cuma karena proses lelang akhirnya terbengkalai. Jadi harus buang ke Bantar Gebang," kata Isnawa saat ditemui di kantor Dinas Kebersihan DKI, Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (22/10).

Proyek pembangunan ITF diakuinya belum terealisasi sejak lima tahun yang lalu. Alasannya belum ditemukan harga yang cocok dengan pihak lelang.

Karenanya, ia berpendapat kemungkinan proyek ITF dibatalkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Padahal ITF bisa menjadi strategi pengolahan sampah yang paling berpengaruh.

Bank sampah dan daur ulang menjadi strategi yang bisa dilakukan saat ini. Meskipun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah sampah yang dibawa ke Bantar Gebang.

"Untuk sekarang ya kita ada Bank Sampah dan sosialisasi masyarakat pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik," ujarnya.

ITF merupakan bangunan yang akan dijadikan pabrik pembakaran sampah. Hasilnya bisa diolah menjadi  sumber energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA