Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

KTNA Sebut Pemerintah Jokowi Lebih Baik dalam Tangani Beras

Kamis 22 Oct 2015 14:44 WIB

Rep: Sonia Fitri/ Red: Nidia Zuraya

Pedagang menjual beras dengan berbagai harga

Pedagang menjual beras dengan berbagai harga

Foto: Republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menyebut pemerintah saat ini lebih baik dalam mengurusi pasokan beras di tengah situasi kemarau panjang dan El Nino. Kesimpulan tersebut pasca membandingkan rencana impor beras 2015 dengan realisasi impor beras di 1998. 

"Waktu 1998 juga kita ada di situasi hampir sama, ada El Nino dibarengi impor beras sebanyak 7,1 juta ton," kata dia kepada Republika, Kamis (22/10). 

Berkaca pada langkah pemerintah saat ini, lanjut dia, impor belum dilakukan meski sudah direncanakan. Jumlah beras yang diimpor pun menyesuaikan dengan kondisi dalam negeri. 

Petani, lanjut dia, sangat tidak menginginkan adanya impor. Terlebih harga beras tengah bagus. Untuk beras jenis premium, misalnya. Rata-rata harga untuk gabah kering pungut Rp 5.200, gabah kering giling Rp 6 ribu per kilogam (kg) dan beras di kisaran Rp 8 ribu-Rp 8.500 per kg.

Meski begitu, KTNA memahami cadangan beras nasional harus aman ketika pasokan beras di gudang Bulog tiris. Maka ketika nanti benar-benar impor, pelaksananya jangan diserahkan ke swasta. Tapi harus dilakukan antara pemerintah pengimpor dengan pemerintah pengekspor. Sehingga harga beli tidak muncul. 

Ketika beras impor datang pun, jangan sampai langsung digelontorkan ke pasar. Tapi harus terlebih dahulu disimpan di gudang Bulog. Jika harga beras berejolak, barulah beras dikeluarkan untuk menyeimbangkan harga. 

Pelaksanaan impor juga harus melibatkan pengawasan semua pihak, termasuk petani, makanya harus dilakukan secara transparan. "Ketika beras impor kita akan melakukan pengawasan karena urusan beras sangat berkaitan dengan kepentingan petani," tuturnya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA