Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

BMKG: Titik Panas di Sumsel Bertambah Tiga Kali Lipat

Rabu 21 Oct 2015 07:35 WIB

Red: Erik Purnama Putra

 Nelayan mencari ikan diperairan sungai musi dengan latar jembatan Ampera yang tertutup kabut asap, Palembang, Sumsel. Selasa (29/9).   (Antara/Nova Wahyudi)

Nelayan mencari ikan diperairan sungai musi dengan latar jembatan Ampera yang tertutup kabut asap, Palembang, Sumsel. Selasa (29/9). (Antara/Nova Wahyudi)

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Jumlah titik panas di Sumatra Selatan meningkat menjadi 530 titik padahal dua hari sebelumnya hanya 163 titik atau meningkat tiga kali lipat lebih.

Berdasarkan pemantauan melalui satelit, hari ini jumlah titik panas di Sumsel terdeteksi cukup banyak tersebar di 16 kabupaten dan kota, kata Kepala Seksi Data dan Informasi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatra Selatan Indra Purnama, di Palembang, Rabu (21/10).

Dia menjelaskan, jumlah titik panas yang terdeteksi di wilayah provinsi memiliki 17 kabupaten dan kota itu pada Oktober 2015 ini berfluktuasi. Beberapa hari jumlahnya bergerak turun dan hari berikutnya meningkat drastis seperti yang terjadi sekarang ini, katanya.

Titik panas tersebut paling banyak terdeteksi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir sebanyak 356 titik, Musirawas 50 titik, dan Kabupaten Musi Banyuasin yang sebelumnya terdeteksi titik panas paling banyak nomor dua di Sumsel kini terdeteksi 35 titik panas.

Kemudian titik panas dalam jumlah yang cukup banyak juga terdeteksi di Kabupaten Banyuasin 34 titik, Lahat 13 titik, Musirawas Utara 11 titik, Ogan Komering Ulu (OKU) 10 titik, Muaraenim delapan titik, Empat Lawang lima titik, serta Kabupaten OKU Timur dan Ogan Ilir dua titik panas.

Sedangkan daerah yang terdeteksi titik panas paling sedikit adalah Kota Palembang, Prabumulih, Pagaralam, OKU Selatan, dan Pali hanya satu titik panas, katanya. Melihat jumlah titik panas terdeteksi cukup banyak di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan saat ini memfokuskan pemadaman pada lahan gambut yang terbakar di kabupaten tersebut.

 
 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA