Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

200 Relawan Siap Bantu Anak Korban Asap

Jumat 09 Oct 2015 06:50 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Karena kabut asap, siswi sekolag dasar memakai masker di kelas

Karena kabut asap, siswi sekolag dasar memakai masker di kelas

Foto: Youtube

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyaknya anak yang terpapar kabut asap menimbulkan keprihatinan bagi sebagian masyarakat. Sebagian dari masyarakat itu pun tergugah untuk turut terjun langsung dalam membantu para korban, terutama anak-anak.

Beberapa masyarakat berjiwa sosial itu pun memutuskan untuk bergabung dalam gerakan Sukarelawan Indonesia untuk Anak Korban Asap (SIKAP). Koordinator relawan dari SIKAP, Herwin mengatakan, gerakan itu baru terbentuk dan akan melaksanakan aksinya pada tahun ini.

"Hingga saat ini, sudah terdapat 200 relawan yang siap terjun langsung," ucapnya kepada Republika.co.id pada Kamis (8/10). Ia mengatakan, mayoritas relawan merupakan masyarakat profesional di bidangnya masing-masing. Selain itu, seluruh relawan juga telah memiliki pengalaman dalam dunia Search and Rescue (SAR) serta dalam dunia yang berkaitan dengan alam bebas.

Menurut Herwin, SIKAP menerapkan sistem rekrutmen yang cukup ketat untuk memastikan bahwa seluruh relawan memiliki kecakapan dalam melakukan kegiatan kemanusiaan di alam bebas. "Hal ini mutlak diperlukan untuk memastikan para relawan dapat melakukan kegiatan dengan optimal," kata dia

SIKAP merupakan sebuah gerakan yang fokus untuk memberikan pertolongan kepada anak-anak yang terkena dampak dari kabut asap. Ia mengatakan, gerakan ini berkomitmen untuk fokus memberikan bantuan di bidang pendidikan dan kesehatan.

"Kami siap terjun untuk memberikan pendidikan baik yang bersifat edukatif maupun atraktif. Tujuanya agar mereka tetap mendapat hak pendidikanya namun juga dapat terbebas dari beban psikologis," ujarnya. Saat ini, lanjutnya, SIKAP telah memperoleh data mengenai kondisi serta lokasi anak yang terkena dampak asap.

Selanjutnya, data itu akan digunakan untuk melakukan pemetaan mengenai lokasi pemberian bantuan serta program bantuan yang paling tepat bagi korban. Ia menargetkan, proses pemetaan itu dapat selesai dalam tiga hari kedepan. Selanjutnya, kegiatan pertolongan dapat segera dilakukan.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA