Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Ini Kenapa Ibu Menyusui Harus Merasa 'Happy'

Selasa 15 Sep 2015 13:38 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Dokter mengatakan, ibu menyusui harus selalu bahagia. Alasannya produksi ASI sangat dipengaruhi hormon bahagia ibu.

Dokter mengatakan, ibu menyusui harus selalu bahagia. Alasannya produksi ASI sangat dipengaruhi hormon bahagia ibu.

Foto: EPA

REPUBLIKA.CO.ID, Tak sedikit ibu yang habis melahirkan mengalami ASI mampet, hanya keluar sedikit bahkan tidak keluar sama sekali. Kemudian payudara ibu bengkak, dipegang sedikit saja sakit apalagi sampai tersentuh. Bengkaknya sampai ke bagian ketiak. Belum lagi puting payudara yang lecet. Rasanya lengkap sudah rasa sakit ibu usai melahirkan.

Dokter anak dari RSIA Bunda, dr Melanie Y. Iskandar SpA, menjelaskan dalam fisiologi menyusui, ibu yang menyusui berkaitan dengan dua hormon. Yaitu prolaktin dan oksitosin. Dimana prolaktin bekerja untuk produksi ASI. Sedangkan oksitosin bekerja sebagai ejeksi ASI.

Prolaktin bisa meningkatkan produksi ASI jika dipengaruhi oleh faktor inisiasi menyusui dini (IMD), bayi mendapatkan pelekatan yang baik dan isapannya efektif.  Sehingga payudara cepat kosong tapi juga segera terisi kembali. Selain itu, ibu juga sering menyusui bayi saat malam hari.

“Semakin sering diisap, semakin banyak ASI yang dikeluarkan bayi. Maka produksi ASI akan semakin meningkat,” ujarnya.

Sementara faktor yang menghambat prolaktin adalah menunda IMD, cairan pre-laktal, pemberian botol, posisi menyusui tidak benar dan payudara nyeri. Sedangkan payudara yang bengkak ini akibat hormon prolaktin bekerja dengan baik dan memproduksi banyak ASI, namun hormon oksitosinnya yang berfungsi mendistribusikan ASI tidak bekerja dengan baik. “Inilah yang membuat payudara kencang dan sakit,” ujarnya.

Hormon oksitoksin ini dipengaruhi oleh faktor psikologis ibu. Hormon ini sering disebut 'happy hormon' atau hormon bahagia. Karena itu ibu menyusui harus bahagia, tidak boleh stress. “Stress lah yang sering membuat ASI mandek,” ujarnya seraya menambahkan selain stress, faktor yang menghambat keluarnya ASI adalah rasa khawatir, nyeri, dan ragu-ragu.

Oksitosin juga bisa dirangsang lewat perasaan kasih dan sayang, suara tangisan bayi dan memandang bayi juga bisa membuat hormon ini bekerja dengan baik. Selain itu rasa percaya diri juga mampu merangsang lancarnya ASI.

Melanie menambahkan disinilah peran ayah agar membuat ibu menyusui selalu merasa senang. Bisa lewat pemberian perhatian, menuruti apa keinginan si ibu.

Karena jika ibu berhasil menyusui akan memberikan manfaat juga untuk keluarga yaitu sebagai KB alami. Juga keuntungan ekonomi, Anda akan lebih hemat, tidak perlu mengeluarkan uang untuk susu formula.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA