Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Dinkes Kota Bogor Bertekad Tanggulangi Dampak Polusi

Selasa 25 Aug 2015 22:55 WIB

Rep: C34/ Red: Yudha Manggala P Putra

Polusi

Polusi

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Dinas Kesehatan Kota Bogor segera mengambil langkah untuk mengatasi kadar polusi Jabodetabek yang dinilai memberikan dampak berbahaya kepada masyarakat, khususnya anak-anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah, mengatakan pihaknya tengah melakukan survei terkait permasalahan tersebut. "Sedang dilakukan, sudah dimulai sejak pekan lalu," kata Rubaeah kepada Republika, Selasa (25/8).

Survei yang dikerjakan bersama konsultan pihak ketiga itu, ungkapnya, dilakukan guna menyelidiki kaitan polusi dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Bogor. Dinkes ingin menyelidiki apakah ISPA Kota Bogor benar dipengaruhi polusi ataukah karena hal lain.

Ia menginformasikan, ISPA menduduki peringkat pertama dari 10 penyakit utama yang ada di kota hujan tersebut. Sejumlah penyakit lainnya yang menduduki peringkat lima besar antara lain hipertensi, diabetes, jantung, dan diare.

"Salah satu indikatornya, kami melakukan survei di area bebas rokok dan yang bukan," ungkapnya.

Rubaeah merinci, survei tersebut ditargetkan selesai pada bulan September. Hasil survei, lanjutnya, akan menjadi rujukan Dinkes Kota Bogor melakukan langkah selanjutnya.

Sebelumnya, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menemukan bahwa kadar polusi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) semakin berbahaya.

Polutan yang menjadi masalah dalam penelitian tersebut dihasilkan oleh asap kendaraan, pabrik, limbah daur ulang aki, dan kandungan dalam pupuk pertanian.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA