Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Jali, Penurun Gula Darah yang Kaya Prebiotik

Jumat 21 Aug 2015 13:39 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Tanaman jali.

Tanaman jali.

Foto: wikimedia

REPUBLIKA.CO.ID, Selain lobak putih, makanan yang baik untuk diabetesi adalah jali (Coix lacryma Jobi). Jali merupakan Jmerupakan sejenis tumbuhan biji-bijian (serealia) tropika dari suku padi-padian atau poaceae. Bahan pangan ini telah terbukti ampuh menurunkan kadar gula darah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dokter Gizi yang juga Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya Jakarta, dr Nanny Djaja. Ms. Sp GK. Ia telah membuktikannya sendiri dan benar mendapatkan hasil yang cukup baik.

“Saya sudah melakukan penelitian pendahuluan dengan memberikan 30 pasien saya di Rumah Sakit Atmajaya yang menderita diabetes. Mereka kami sarankan mengonsumsi bubur jali untuk sarapan pagi. Kemudian kami memeriksa rata-rata kadar gula darah puasa mereka selama tiga hari, dan ternyata memang angkanya menurun, turunnya lumayan tapi memang tidak seperti obat. Tapi jali terbukti membantu mmenurunkan gula darah,” jelasnya kepada wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Penelitian terhadap jali memang belum ada yang dilakukan pada manusia. Dirinyalah yang pertama kali melakukanya. Banyak penelitian terhadap jali ini dilakukan pada hewan model seperti tikus.

Menurut dokter Nanny, jali itu bagus sekali, memiliki banyak manfaat. Jali memiliki kandungan vitamin, mineral dan zat lainnya. Sehingga dari segi nutrisi bagus. Jali juga bisa menjadi prebiotik, jali pun mengandung betasitasterol yang bisa turunkan koleksterol. Bahkan di Cina jali dipakai sebagai obat untuk kanker. “Dan untuk sindrom metabolik jali bahan pangan yang baik sekali,” tambahnya.

Nanny menjelaskan jali bentuknya putih seperti mutiara. Jali ini mudah didapat di pasar tradisional. Yang paling baik dan enak rasanya adalah jali Aceh atau jali Medan. Bahkan jali dalam negeri ini lebih enak dibanding jali dari luar negeri yaitu Cina. Butirnya lebih besar juga kandungannya lebih bagus dari Cina.

“Mungkin karena pengaruh dari tanahnya, kita punya lebih bagus, dan harganya dipasar kita lebih mahal dibanding Cina, 2 ons atau seperempat kilogram harganya sekitar Rp 10 ribu,” papar Nanny.

Nanny sendiri sangat menyukai jali. Ia kerap menajdikan jali sebagai makanan selingan. Menurutnya, jali rasanya tawar, tapi jika dimasak atau direbus dengan daun pandan dan diberi tambahan sedikit gula atau bagi penderita diabetes bisa berikan pemanis seperti gula jagung, rasanya akan sangat enak. Bisa juga dicampur dengan kacang hijau atau ketan hitam.

“Bukan hanya jalinya yang bermanfaat bahkan air rebusannya pun bisa melamcarkan BAB, karena jali mengandung prebiotik. Nah bagi Anda yang alami gangguan BAB, makan bubur jali bisa membantu melancarkan bab,” tambahnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA