Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Lobak Putih Dikembangkan Obati Diabetesi dari Kalangan Bawah

Jumat 21 Aug 2015 09:00 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Jus beberapa buah lobak putih dan serap manfaatnya bagi penurunan gula darah.

Jus beberapa buah lobak putih dan serap manfaatnya bagi penurunan gula darah.

Foto: ist

REPUBLIKA.CO.ID, Lobak putih telah terbukti mampu menurunkan gula darah. Penelitian ini bahkan sudah dilakukan selama sepuluh tahun. 

Hasilnya pun konsisten. Namun, belum diketahui bagaimana mekanisme kerja lobak putih dalam menurunkan gula darah. Juga belum diketahui seberapa banyak konsumsi lobak putih yang aman.

Karena itu, I Ketut Adnyana, PhD., Apt. selaku dosen Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung yang juga Associate Professor, melakukan penelitian bertajuk 'Pengembangan Lobak Putih (Raphanus sativus) sebagai Food Supplement untuk Mengontrol Kadar Glukosa Darah pada Model Diabetes Melitus'.

Penelitian tersebut dilakukan selain membuktikan mekanisme kerja lobak putih dalam menurunkan gula darah, juga akan meneliti kemanan konsumsi lobak putih untuk menurunkan gula darah. Seberapa banyak mengonsumsinya bisa dikatakan aman. Sebab dalam penelitiannya, lobak putih jadikan semacam ekstrak atau jus, belum dikonversi ke dalam berapa banyak sebenarnya bentuk segar. Belum diketahui konversi berapa jumlah yang bisa dikonsumsi. “Dalam bentuk segar berapa, dalam bentuk suplemen berapa untuk dapatkan manfaat optimal,” ujarnya, Kamis (20/8).

Walaupun sudah ada penelitian mengenai manfaat lobak putih untuk menurunkan gula darah dalam mencegah diabetes, sayangnya menurut Ketut, lobak putih belum ada digunakan untuk diabetes. Selama ini, lobak putih hanya diklaim sebagai makanan dalam soto Bandung atau kalau di Jepang sebagai topping tahu.

Padahal lobak putih ini merupakan sayuran yang mudah didapat dan harganya pun terjangkau. “Bagi diabetesi, mulai sekarang bisa mencoba konsumsi lobak putih. Jadikan lobak putih sebagai bagian dari menu sehari-hari,” sarannya.

Ia menambahkan jika selama ini hanya dijadikan sebagai sayur saja. Bisa juga dijadikan jus. Atau bisa juga jusnya itu disaring kemudian dibuat jadi serbuk, masukkan kapsul atau buat sachet dijadikan sebagai suplemen. “Penelitian kami ke arah seperti itu. Jadi semacam gaya hidup, masukkan dalam air minum, atau minum langsung,” ujarnya.

Lobak putih juga efektif karena bisa didapatkan dimana saja, terutama di pasar tradisional. Harganya pun terjangkau. 

Maka suplemen yang nanti dihadirkan dari hasil penelitian Ketut, ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah agar terjangkau. Karena tak dipungkiri penderita diabetes dari pola menengah kebawah banyak. “Ini karena faktor gaya hidup dan pola makan yang tidak benar,” ungkapnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA