Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Peneliti: Lobak Putih Ampuh Turunkan Gula Darah

Jumat 21 Aug 2015 08:00 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Berbagai penelitian secara konsisten membuktikan efektivitas lobak putih sebagai penurun gula darah.

Berbagai penelitian secara konsisten membuktikan efektivitas lobak putih sebagai penurun gula darah.

Foto: pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, Anda tahu sayuran lobak putih? Atau Anda pernah memakannya saat menyantap soto Bandung? Faktanya sayuran ini selain enak juga bermanfaat bagi kesehatan. Lobak putih dikabarkan mampu menurunkan kadar gula darah dan ini baik bagi Anda untuk mencegah diabetes.

Menurut I Ketut Adnyana, PhD., Apt. selaku dosen Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung yang juga Asociate Profesor, dalam 10 tahun terakhir, berbagai penelitian secara konsisten membuktikan efektivitas lobak putih sebagai penurun gula darah. Sebagian besar penelitian dilakukan pada hewan.

Secara konsisten hasilnya selama 10 tahun sama sebagai penurun gula darah. Tapi bagaimana mekanisme kerjanya belum ada yang mengeksplorasi.

Karena itu, ia beserta rekannya tertarik untuk meneliti lebih jauh mengenai khasiat lobak putih ini dan seberapa banyak lobak yang harus dikonsumsi untuk mendapatkan manfaat optimal. Juga bagaimana mekanisme kerja lobak putih ini dalam menurunkan gula darah.

Ia akan membuat penelitian berjudul Pengembangan 'Lobak Putih (Raphanus sativus) sebagai Suplemen Makanan untuk Mengontrol Kadar Glukosa Darah pada Model Diabetes Melitus'. Penelitian ini akan mengujicobakan efektivitas lobak putih kepada manusia (penderita diabetes).

“Nah kita akan lihat kemana arah lobak putih ini mampu menurunkan gula darah, Apakah menghambat pemecahan karbohidrat di usus atau dengan memperbaiki sel-sel beta pankreas kita yang sudah mulai rusak atau dengan meningkatakan hormon insulin kita,” ujarnya kepada ROL di Jakarta, Kamis (20/8).

Sebelumnya, I Ketut sudah melakukan penelitian pendahuluan. Ia dan rekannya meneliti hewan model yaitu tikus. Hewan ini dibuat seperti model diabetes juga resistensi insulin. Kemudian tikus tersebut diberikan ekstrak atau jus lobak, dan dilihat perkembanganya.

“Kita topiknya tentang gen, ekspresi gen apa yang muncul yang akan mempengaruhi glukosa darah hewan percobaan. Kita lihat secara scientific, bagaimana sih mekanisme kerjanya lobak putih mampu menurunkan gula darah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan dari penelitian pendahuluan sudah ada efek positif, dengan keyakinan itulah mereka akan mengembangkan penelitian ini.  Walaupun hasil positif, tapi pihaknya sebagai peneliti akan masuk lebih ke dalam mekanismenya bagaimana lobak putih bekerja. “Supaya menghindari prosedur ilmiah, supaya menghindari klaim berlebihan sebenarnya tidak terbukti. Ini yang kita hindari,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA