Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

PPP Mengutuk Keras Munculnya Lambang PKI

Senin 17 Aug 2015 05:20 WIB

Rep: c07/ Red: Damanhuri Zuhri

Partai Persatuan Pembangunan

Partai Persatuan Pembangunan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz, Achmad Dimyati Natakusumah mengutuk keras munculnya kembali lambang Partai Komunis atau palu arit menjelang ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-70.

"PPP sangat mengutuk keras lambang PKI," kata Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro Nomor 60, Jakarta Pusat, Ahad (16/8) malam. 

Menurut Dimyati, munculnya situasi dan kondisi seperti itu merupakan tanggung jawab pemerintah. "Tergantung pemimpinnya menjaga stabilitas agar Indonesia terus bersatu," ucapnya.

Ketua Umum DPP PPP Versi Mukatamar Jakarta, Djan Faridz juga menyampaikan hal yang sama. Ia tidak setuju bila munculnya kembali lambang partai komunis merupakan bagian dari sejarah Indonesia.

"Kami sangat tidak terima, kenapa dimunculkan kembali, umat Islam cukup jadi korban tindakan warga yang menyebut dirinya komunis," kata Djan Faridz menjelaskan.

Paham komunis, lanjut Djan, sudah menyudutkan Islam yang merupakan agama mayoritas. Bahkan, pemerintah menggiring masyarakat untuk meminta maaf kepada PKI yang justru banyak memakan korban umat Islam hanya memenuhi hasrat pihak asing yang sekuler dan komunis.

Atribut Partai Komunis Indonesia (PKI) seperti logo dan bendera PKI mulai kembali muncul di beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan pengibaran bendera PKI di Salatiga tersebar di media sosial.

Lalu, grafiti logo PKI tergambar di tembok Universitas Jember. Terakhir, penggunaan lambang PKI pun tampak pada karnaval Agustusan di Pamekasan, Madura.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA