Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Peringatan Perang Dunia II, Kaisar Jepang Sampaikan Penyesalan

Sabtu 15 Aug 2015 15:30 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Bayu Hermawan

Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko

Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko

Foto: JAPAN DAILY

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Kaisar Jepang Akihito mengekspresikan penyesalannya dalam peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II, pada Sabtu (15/8). Ungkapan Akihito nampaknya sebagai sindiran halus bagi Perdana Menteri Shizno Abe.

Sebelumya pada Jumat (14/8), Abe menyatakan 'kesedihan hatinya' atas Perang Dunia II. Namun kala itu ia juga menyampaikan bahwa generasi mendatang tak harus terus meminta maaf atas kesalahan masa lalu.

Sebaliknya Akihito dengan suara lembutnya, dalam upacara peringatan mendesak Jepang untuk tak melupakan penderitaan perang.

Ia juga mencoba mempromosikan rekonsiliasi dengan negara-negara Asia. Komentarnya menarik perhatian di tengah sikap Abe yang cenderung tampak kurang menyesal terhadap aksi Jepang di masa lalu.

"Melihat kembali ke masa lalu, bersama-sama dengan penyesalan mendalam atas perang, saya berdoa agar tragedi perang ini tak akan terulang," ujarnya.

"Dan besama-sama rakyat saya mengungkapkan belasungkawa mendalam bagi korban dan kerusakan akibat perang, serta berdoa untuk perdamaian dunia dan kemakmuran lebih lanjut negara kita," kata kaisar berusia 81 tahun itu.

Akihito sebelumnya telah menyatakan penyesalan terkait perang ini, tapi bukan dalam upacaa tahunan. Secara luas kaisar dilarangan oleh konstitusi berperan dalam masalah politik.

Pada Sabtu, Abe juga menyampaikan ritual persembahan untuk korban perang di Kuil Yasukuni. Namun hal ini kerap mengundang amarah Cina dan Korea Selatan yang melihat kuil sebagai simbol militerisme Tokyo.

"Saya memberi hormat kepada jiwa-jiwa mereka yang mengorbankan nyawa mereka yang berharga dalam perang terakhir," ungkap ajudan Abe, Koichi Hagiuda, mengutipnya. Hagiuda menambahkan ia mengunjungi kuil atas nama Abe sebagai presiden partai.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA