Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Telat Menikah Tingkatkan Risiko Perceraian?

Selasa 21 Jul 2015 12:38 WIB

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Dwi Murdaningsih

Perceraian/ilustrasi

Perceraian/ilustrasi

Foto: dailymail

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan yang menikah di usia remaja atau awal 20an memiliki tingkat risiko perceraian lebih tinggi. Usia yang semakin matang dinilai lebih baik untuk menjalin pernikahan.

Pasangan yang menikah di usia 30an dianggap mempunyai rasa yang lebih solid dan cenderung lebih mapan secara finansial. Hal ini membantu keberhasilan suatu hubungan. Namun ini hanya berlaku sampai titik tertentu. Menurut analisis terbaru, risiko perceraian memang menurun jika dilakukan oleh mereka yang berusia 30an, namun hal tersebut berhenti di usia awal 30an saja.

"Sedangkan mereka yang menikah di pertengahan 30an atau lebih lambat dari itu akan lebih mungkin bercerai, bahkan melebihi mereka yang berusia 20an," kata psikolog dari University of Utah, Nicholas H. Wolfinger, seperti dikutip dari New York Magazine, Selasa (21/7).

Analisis data yang dimilikinya menunjukkan bahwa sebelum usia 32 atau lebih, setiap tahun tambahan usia kawin mengurangi kemungkinan perceraian sebesar 11 persen. Namun setelah itu, kemungkinan peningkatan perceraian sebesar lima persen per tahun. "Ini adalah pembalikan tren, belum lagi adanya pengaruh kebijaksanaan konvensional," ucap Wolfinger.

Pada  1995, data menunjukkan bahwa pasangan yang lebih tua memiliki risiko perceraian lebih rendah. Namun kini potret tersebut berubah.

Dari data Survei Pertumbuhan Keluarga Nasional Pertumbuhan  yang dikumpulkan pada 2006 hingga 2010 tercatat bahwa hubungan pernikahan juga berkaitan dengan faktor sosial dan demografi seperti pendidikan, ras, dan agama. Wolfinger percaya ini bisa dipahami sebagai dorongan balik terhadap kekuatan sosial yang menaikkan usia rata-rata pernikahan. Usia 30an dianggap  lebih baik karena mampu memberikan kenyamanan pada pasangan.

"Ini mungkin beberapa alternatif modern untuk mencegah pernikahan di usia terlalu muda," ujarnya.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA