Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Islam Masih Ditakuti di Briston

Senin 06 Jul 2015 07:05 WIB

Rep: C33/ Red: Ilham

Muslim Inggris (ilustrasi)

Muslim Inggris (ilustrasi)

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, BRISTON -- Hasil survei dari lembaga bernama YouGov menyatakan, kebanyakan warga Inggris merasa multikulturalisme membuat kehidupan di Inggris semakin sulit. Mereka pun menilai kehadiran Islam memiliki kandungan negatif.

Seperti dilansir dari breibrat.com, survei tersebut di publikasi sebagai bagian dari peringatan sepuluh tahun atas peristiwa pengeboman di London pada tujuh Juli.

Mereka berharap survei bisa mengukur perasaan warga Inggris terhadap agama dan budaya baru yang saat ini menyeruak di seantero negeri kerajaan itu. Selain itu, survei digunakan dalam rangka mencari tahu sikap warga pada tindakan terorisme.

Khusus warga daerah Briston, mereka merasa Inggris berpeluang besar menjadi lokasi aksi terorisme, mengingat posisiinya yang strategis. Hasil survei itu menunjukan 56 persen warga Briston merasa Islam merupakan ancaman pada dunia barat. Bahkan 79 persen yakin, Inggris bisa jadi sasaran serangan teror.

Meski begitu, hasil survey secara umum antara yang menganggap multikultural membawa dampak positif dan negatif tidak jauh berbeda. Multikultural membawa dampak positif ada 37 persen, sementara berdampak negatif 38 persen. Sisanya sebesar 25 persen tidak bisa memberikan pendapatnya.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA